Agus Haris saat dihubungi di Bontang, Kamis, mengemukakan DPRD Bontang sebelumnya telah mengumpulkan sejumlah organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, pemuda, dan mahasiswa untuk menyamakan persepsi sekaligus meminta dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan pilkada serentak tersebut.
"Dari pengalaman di beberapa daerah lain, banyak terjadi kekacauan dan kekisruhan sehingga dapat merobek-robek demokrasi, karena pada pendukung dan simpatisan pasangan calon saling membela kandidatnya," kata Agus Haris.
Ia prihatin dengan kondisi beberapa ormas, baik dari kalangan parpol dan pemuda yang berbeda persepsi dan interpretasi, karena segelintir kepentingan sehingga organisasi tersebut menjadi terpecah.
Agus Haris tidak menginginkan hal itu terjadi di Kota Bontang dan berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga kekompakan meskipun berbeda pilihan dukungan.
"Padahal tujuannya satu, organisasi baik partai maupun ormas sama-sama ingin mencapai tujuan yang sifatnya positif. Makanya pada pertemuan itu kami minta agar ormas dan kepemudaan, serta tokoh agama untuk saling berkoodinasi mencapai satu tujuan," katanya.
Anggota DPRD Bontang Setioko Waluyo menambahkan pertemuan antar-elemen masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan, sebagai langkah awal dalam menyerap dan menampung aspirasi warga, karena DPRD adalah lembaga dari perwakilan rakyat.
"Pada pertemuan itu kita berharap agar ormas dan kepemudaan tetap saling bersinergi, khususnya menjelang pilkada. Terkait beberapa aspirasi ormas dan kepemudaan, kita akan bahas dalam rapat koordinasi DPRD," ujarnya. (Adv/*)
Pewarta: IrwanEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.