Samarinda (ANTARA) - Penyuluh Kesehatan Jiwa Masyarakat Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Kalimantan Timur Laurensia Enny Pantjalina menyebut empat aktivitas kecil yang dapat memicu hormon kebahagiaan di tubuh.

"Empat aktivitas ini antara lain menyelesaikan tugasan untuk dopamin, menyayangi orang sekeliling untuk oksitosin, berjalan santai atau berjemur untuk serotonin, dan ketawa untuk endorfin," katanya di Samarinda, Sabtu.

Dia menjelaskan pakar kesehatan membagi hormon kebahagiaan tersebut ke dalam empat jenis utama yang sering disingkat dengan istilah DOSE (Dopamin, Oksitosin, Serotonin, serta Endorfin).

Ia menyebutkan dopamin berperan penting sebagai hormon pencapaian atau motivasi yang mampu memberikan rasa puas bagi seseorang.

Cara termudah mengaktifkan hormon dopamin, katanya, dengan rutin menyelesaikan tugas-tugas kecil, membuat daftar tugas harian, serta memberikan penghargaan kepada diri sendiri.

Selanjutnya, terdapat hormon oksitosin yang dikenal luas masyarakat dan dunia medis sebagai hormon kasih sayang.

Baca juga: Psikolog RSJD Kaltim tekankan konsistensi perilaku jaga kesehatan jiwa

"Masyarakat dapat merangsang produksi oksitosin melalui sentuhan fisik seperti berpelukan dengan anggota keluarga selama 20 detik atau sekadar meluangkan waktu bersama orang tersayang," kata dia.

Ia menjelaskan senyawa pembawa kebahagiaan ketiga adalah serotonin yang bertugas sebagai penstabil suasana hati agar manusia tetap merasa tenang dan santai.

Aktivitas sederhana, seperti berjemur di bawah sinar matahari pagi serta bermeditasi terbukti ampuh meningkatkan kadar serotonin di dalam otak.

"Mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung triptofan seperti kacang-kacangan serta ikan salmon juga sangat dianjurkan untuk menunjang tingkat produksi serotonin," katanya.

Ia mengatakan endorfin hadir di dalam tubuh manusia sebagai pereda rasa sakit alami sekaligus pemicu utama timbulnya perasaan euforia.

Menonton tayangan komedi yang memancing tawa dan rutin berolahraga, katanya, contoh setiap individu untuk memicu pelepasan endorfin.

Baca juga: Dokter jiwa paparkan penanganan stres berat guna cegah gangguan mental

"Fakta lainnya menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas yang mengandung zat kapsaisin pada cabai juga terbukti mampu merangsang keluarnya hormon endorfin ini," ujarnya.

Selain aktivitas fisik sehari-hari, ia juga menyoroti dampak perubahan gaya hidup di era digital terhadap tingkat kebahagiaan seseorang.

Penggunaan gawai yang berlebihan berpotensi besar menghambat produksi hormon oksitosin akibat berkurangnya intensitas interaksi dan komunikasi tatap muka secara langsung.

"Sebagai langkah alternatif relaksasi mental, kegiatan mendengarkan musik favorit dan memakan cokelat hitam dapat merangsang hormon kebahagiaan demi menurunkan tingkat stres," demikian Laurensia.



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026