Dihubungi di Bontang, Jumat, Dahnial mengatakan sangat disayangkan jika proyek senilai Rp9,6 miliar tersebut tidak dilaksanakan, karena anggaran sudah dialokasikan dan seharusnya bisa terserap.
"Kami sarankan agar pembangunan itu dipindahkan ke kompleks Temputu yang tidak jauh dari pasar sebelumnya, karena dari segi lahan pun ada yang siap dan tidak bermasalah," kata politisi Gerindra ini.
Menurut Dahnial, jika Pemkot Bontang harus menunggu pembebasan lahan, sementara lahan yang akan dibangun masih belum menemui titik terang dalam penyelesaian, proyek itu tidak segera terealisasi.
"Dipastikan tidak akan terealisasi sesuai jadwal. Terlebih masa jabatan Wali Kota Bontang Adi Darma akan berakhir dalam beberapa bulan lagi," ujarnya.
Dahnial menjelaskan apabila alternatif mencari lahan lain untuk pasar sementara bagi pedagang adalah jalan keluar dari masalah ini, maka prosesnya akan semakin lama karena kontraktor pelaksana harus melakukan pengerukan lebih dulu.
"Proyek ini pasti terkatung-katung. Imbasnya, ya bisa silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) lagi. Kalau dipaksakan, belum tentu proyek Pasar Citra Mas bisa dilanjutkan wali kota terpilih selanjutnya," katanya. (Adv/*)
Pewarta: IrwanEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.