"Festival gelar budaya nusantara berlangsung sejak 5 Desember 2009 dan berakhir hari ini (7/12) sebagai bentuk komitmen kami dalam mendukung upaya pelestarian seni budaya di tanah air yang merupakan aset nasional," kata Ketua Panitia Pelaksana pagelaran Budaya Nusantara IV, Fauzan Anwar di Muara Badak, Senin.
Festival yang mendapat sambutan positif warga, terlihat dari jumlah penonton yang mencapai ribuan orang setiap harinya untuk menyaksikan berbagai atraksi seni budaya dari berbagai etnis di Indonesia itu.
"Berbagai macam seni budaya dari berbagai di tanah air ini ternyata ada di Kaltim. Terlihat dari sumbangan para kelompok kesenian dari berbagai suku yang menetap di daerah ini," kata Fauzan yang juga menjadi Humas VICO tersebut.
Keperdulian perusahaan Migas dengan pemegang saham terbesar investor asing itu sebagai bentuk dukungan untuk pelestarian seni budaya asli Nusantara.
Harapan strategis lainnya, ujar dia melalui acara ini, pihaknya ingin agar tali silaturahmi atau persaudaraan kian erat sehingga menghindari menekan potensi konflik horizontal yang bisa saja terjadi sekecil mungkin "Agenda setiap dua tahunan ini, sebagai bentuk keanekaragaman budaya yang berada dalam negara kesatuan RI. Event ini diharapkan kian memperkokoh tali persaudaraan sebagai wujud negara kesatuan Indonesia," imbuh dia.
Kegiatan serupa sudah berlangsung sebanyak empat kali, dan pihaknya terus mempelopori kegiatan itu karena mendapat masukan warga bahwa manfaat positifnya sangat besar.
Pada pergelaran yang ke-empat kalinya itu, peserta bukan hanya dari kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara namun dari Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kota Bontang, Kota Samarinda dan Kota Balikpapan.
Dari sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim itu menampilkan 28 kelompok seni budaya antara lain, Dayak, Kutai, Banjar, Mandar, Makassar, Bugis, Jawa, Bali, Manado, Banjar, Padang dan Tapanuli.
"Sebelumnya, pelaksaannya festival budaya ini hanya sebatas Kukar (Kutai Kartanegara) namun kini sejumlah daerah tertarik serta ikut berpartisipasi, hal itu menandakan bahwa kegiatan ini dirasakan bermanfaat," papar dia.
Hal lain yang menjadi sasaran VICO, yakni melalui program itu untuk mendukung pengembangan perekonomian rakyat, misalnya melalui pameran dan pasar malam ditampilkan berbagai produk dari kelompok usaha mikro, kecil dan menengah hasil binaan perusahaan Migas itu.
Para pengusaha mikro, kecil dan menengah mengaku senang karena hasil usaha mereka seperti, sari jahe, sari temu lawak, krupuk udang dan amplang banyak dibeli pengunjuang.
"Ada beberapa perusahaan Migas (minyak dan gas alam) di Kutai Kartanegara namun hanya sebagian kecil yang memiliki komitmen tinggi terhadap masalah budaya dan ekonomi kerakyatan, jadi kami senang dengan program VICO ini," kata salah seorang pengusaha kecil yang menjadi "anak asuh" perusahaan Migas tersebut. (*)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.