"Baru mengajukan, belum tahap persetujuan, kami akan memverifikasinya dulu," terang Afiat.Samarinda (ANTARA Kaltim) - Dua cabang olahraga yakni taekwondo dan layar telah mengajukan usulan kepada KONI Kalimantan Timur untuk menggunakan pelatih asing sebagai persiapan menuju Pra-PON 2016.
Sekretaris Umum KONI Kaltim Afiat Mirsyam Rasyid di Samarinda, Kaltim, Sabtu, mengatakan KONI Kaltim merespon positif usulan tersebut dan akan menelaah dengan tim yang ada.
"Baru mengajukan, belum tahap persetujuan, kami akan memverifikasinya dulu," terang Afiat.
Afiat menjelaskan sebelum disetujui, KONI lebih dulu melakukan kajian terhadap kedua cabor tersebut. Jika dinyatakan memang diperlukan, KONI akan menyetujui.
Mengenai pembiayaannya, rencananya KONI Kaltim akan menanggung kontrak gaji, sementara akomodasi dan transportasi harian ditanggung pengprov cabang olahraga.
Ketua Bidang Binpres Pengprov TI Kaltim Aidin S Hadi mengatakan pihaknya memang tengah mencari pelatih asal Korea Selatan untuk menangani tim taekwondo. Namun, pelatih asing tersebut nantinya bukan dijadikan pelatih kepala, hanya pelengkap.
"Memang rencana itu ada. Tetapi, kita belum tentukan nama, masih cari-cari," terang Aidin.
Dikatakannya, menggunakan pelatih asing ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Pertama metode kepelatihan dan bahasa.
Berdasarkan pengalamannya ketika menjadi atlet, pelatih asal Korea Selatan biasanya terlebih dulu membenahi teknik dasar taekwondo, sementara atlet seharusnya tinggal dipoles.
"Ini karena di Korea pembinaan taekwondo dilakukan sejak usia dini dan berjenjang. Jadi dasarnya sudah bagus," paparnya.
Yang kedua mengenai bahasa. Menurut Aidin akan lebih bagus jika pelatih asing setidaknya dalam 3 bulan belajar bahasa Indonesia. Kalaupun tidak bisa, pelatih tersebut bisa bahasa Inggris.
"Bahasa ini bisa menjadi kendala. Jika tidak bisa bahasa Indonesia atau Inggris, bagaimana pelatih memberi instruksi kepada atlet," jelas Aidin mengakhiri. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.