Kedatangan Syaharie Jaang bersama rombongan ke Desa Budaya Pampang yang dimekarkan menjadi Kelurahan Budaya Pampang di Lamin Adat tersebut langsung disambut tarian diiringi bunyi Sampek dan Gong dari suku Dayak Kenyah.
"Pemekaran kelurahan di Samarinda mengacu Perda Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pemekaran Kelurahan yang disahkan pada 12 Agustus 2014 ," ungkap Syaharie Jaang, Rabu.
Pemekaran kelurahan kata Syaharie Jaang dipandang perlu dilakukan dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan mempercepat pembangunan di wilayah Samarinda yang dinilainya masih ada beberapa bagian yang belum tersentuh optimal.
"Tugas pemerintah kelurahan sangat penting dan strategis dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat sehingga tercipta suasana pembangunan yang kondusif serta bermuara pada terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan optimalisasi peran serta masyarakat," kata Syaharie Jaang.
Sementara, Lurah Budaya Pampang Yosua Laden yang dikukuhkan secara adat mengatakan, program prioritas yang saat ini tengah disusunnya adalah mengupayakan sertifikat atas tanah warga, terutama yang telah lama bermukim dan memiliki rumah.
Selain itu kata Yosua Laden juga akan segera berkoordinasi dengan instansi teknis untuk meminta memperbaiki akses jalan masuk ke Kelurahan Budaya Pampang tersebut.
"Kami berharap, dengan perubahan status dari desa menjadi kelurahan, kawasan wisata andalan di Kota Samarinda ini dapat semakin berkembang dengan terbukanya infrastruktur jalan yang memadai," kata Yosua Laden.
Sesepuh Desa Budaya Pampang Laden Mering menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Samarinda yang dinilai sangat peduli pembangunan di daerah itu khususnya pada peningkatakan status kawasan wisata budaya di Pampang.
"Hari ini (Rabu) wilayah kami menjadi kelurahan pemekaran dan ini merupakan apresiasi dari pemerintah terhadap daerah kami ini. Jadi, kami menyampaikan terima kasih kepada pak Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang peduli dengan kawasan wisata budaya disini," Laden Mering.
Pada kesempatan tersebut, mantan Wali Kota Samarinda periode 1985-1995, Waris Husain menyerahkan tiga buah koleksi pribadi berupa foto pembangunan Lamin Adat Pampang tahun 1991 yang saat itu masih merupakan Desa Budaya. (*)
Pewarta: AmirullahEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026