Kepala BPS Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Aden Gultom di Samarinda, Senin mengatakan, itu berdasarkan pantauan di tiga kota yang ditetapkan sebagai indeks harga konsumen (IHK), yakni Samarinda, Balikpapan, dan Tarakan.
"Rincian IHK dari tiga kota tersebut adalah untuk Samarinda deflasi minus 0,32 persen, Balikpapan minus 0,18 persen dan Sedangkan Kota Tarakan (Kalimantan Utara) mengalami inflasi sebesar 0,59 persen," katanya.
IHK merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga baik inflasi maupun deflasi di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.
Sedangkan deflasi yang terjadi di Kaltim terjadi karena adanya penurunan harga pada kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan, seperti pada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi minus 1,59 persen.
Ia mengatakan, kelompok makanan jadi mengalami inflasi 0,73 persen, kelompok perumahan berdeflasi minus 0,18 persen, kelompok sandang berinflasi 0,16 persen, kelompok kesehatan berinflasi 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga berinflasi 0,40 persen, dan kelompok transport serta komunikasi berinflasi 0,30 persen.
"Ini berarti sepanjang Februari 2014 satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan, antara lain beras, daging, umbi-umbian, berbagai jenis sayur yang di dalamnya ada cabai, tomat, dan aneka bumbu lainnya," katanya.
Apabila dilihat perubahan harga di bulan yang sama tahun sebelumnya, kata Aden, maka terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat karena pada Februari 2013 Kaltim mengalami inflasi sebesar 0,57 persen, kemudian pada Februari 2012 terjadi inflasi 0,28 persen.
Berdasarkan data tersebut, maka laju inflasi di Kaltim untuk tahun kalender di posisi Februari 2014 terjadi inflasi 1,08 persen, sedangkan inflasi year on year Kaltim pada Februari 2014 sebesar 8,68 persen. (*)
Pewarta: M.Ghofar: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.