Saat ini jumlah sapi di Provinsi Kaltim dan Kaltara memang belum sampai 100 ribu ekor, tetapi dengan ai pola yang akan dilakukan oleh Pemprov Kaltim bersama swasta dan masyarakat, diyakini pada 2018 bisa mencapai 2 juta ekor,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak optimistis mampu memenuhi program dua juta sapi seperti yang dituangkan dalam rancangan pembangunan jangka menengah daerah 2014 hingga 2018.

"Saat ini jumlah sapi di Provinsi Kaltim dan Kaltara memang belum sampai 100 ribu ekor, tetapi dengan ai pola yang akan dilakukan oleh Pemprov Kaltim bersama swasta dan masyarakat, diyakini pada 2018 bisa mencapai 2 juta ekor," ujar gubernur di Samarinda, Rabu.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya antara lain dengan memadukan pengembangan perkebunan kelapa sawit (integrasi sapi-sawit) yang diharapkan dapat menyumbang sekitar tiga per empat dari target 2 juta ekor tersebut.

Sedangkan sisanya yang satu per empat dapat dipenuhi melalui program tanggung jawab perusahaan melalui Coorporate Social Responsibility (CSR), APBD, dan dukungan program kredit perbankan seperti BPD Kaltim, BRI dan BNI yang berkomitmen siap mendukung program 2 juta ekor sapi.

Menurutnya, ketika awal dia menjadi Gubernur Kaltim pada 2009 lalu, dia berkeinginan mewujudkan perkebunan sawit sejuta hektare, nyatanya program itu terwujud pada 2013, sehingga program 1 juta sapi untuk kepemimpinannya yang kedua ini diyakini juga berhasil.

Dalam integrasi sapi-sawit, lanjut dia, perusahaan perkebunan diwajibkan mengembangkan minimal 3 ekor sapi setiap hektare lahan.

Kemudian, dari luas lahan potensial perkebunan sawit yang sudah mencapai 1 juta hektare tersebut, maka setidaknya akan terpenuhi 3 juta ekor sapi atau jauh melebihi target, apabila tiap hektarenya semuanya berhasil.

Tetapi jika hanya berhasil 50 persen, maka jumlah sapi di Kaltim paling tidak sudah sebanyak 1,5 juta ekor, sehingga sisanya 1,5 juta ekor lagi akan dipenuhi pihak lain, seperti dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim dan bank lain yang beroperasi di Kaltim.

Pada 2014 saja BPD Kaltim sudah menyatakan siap menyediakan program kredit ternak sejahtera sebanyak 250 ekor sapi, sedangkan dan 250 ekor sapi lainnya akan dilakukan kredit dari BRI dan BNI.

Selain itu, peran masyarakat ternak dan swasta atau perusahaan juga akan sangat membantu percepatan tercapainya program tersebut, sehingga dia mendorong masyarakat agar memiliki ternak besar guna memenuhi swasembada daging di Kaltim.

Apabila program 2 juta ekor sapi terwujud, maka Kaltim tidak akan kekurangan daging karena sudah memiliki ketahanan, bahkan jutaan sapi itu akan bisa dijual ke daerah lain, bahkan diekspor sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam hal pemasaran.   (*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026