Kami tidak mengetahui penyebab kebakaran itu karena sehari sebelumnya sekolah libur 1 Muharram. Apalagi saat kebakaran belum ada aktivitas belajar mengajar karena terjadi saat masih subuh,"
Tenggarong (ANTARA Kaltim) - Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polres Kutai Kartanegara, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sekolah Dasar Negeri 007 Jalan Pesut Kelurahan Timbau Tenggarong yang hangus terbakar pada Rabu subuh sekitar pukul 04. 00 Wita.
   
Kebakaran bangunan SD 07 yang masih dalam proses rehab berat dan telah memasuki tahap penyelesaian tersebut menghanguskan tiga ruang belajar dan kantin.

Selain mengindentifikasi lokasi di puing-puing bekas kebakaran tim Inafis Polres Kukar juga memasang "polisi line" atau garis polisi di lokasi kebakaran.

Kepala Sekolah SDN 007 Hasanudin mengatakan, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp750 juta sebab selain menghanguskan tiga ruang belajar yang sedang direnovasi dan sebuah kantin, kebakaran juga menyebabkan sejumlah sarana belajar seperti meja dan bangku murid ikut terbakar.

"Kami tidak mengetahui penyebab kebakaran itu karena sehari sebelumnya sekolah libur 1 Muharram. Apalagi saat kebakaran belum ada aktivitas belajar mengajar karena terjadi saat masih subuh. Namun dugaan sementara kebakaran tersebut akibat hubungan pendek arus listrik," kata Hasanudin.

Pemadam kebakaran lanjut dia sempat kesulitan memadamkan korban api karena akses menuju sekolah tersebut sempit sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi.

"Mobil PMK tidak bisa masuk karena pintu utama halaman menuju sekolah sempit dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sementara, jarak gedung sekolah dengan jalan raya sekitar  100 meter,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kukar H Hermawan MSi, saat meninjau lokasi kebakaran mengatakan, kerugian akibat kebakaran tersebut lebih Rp700 juta.

“Untuk gedung saja nilainya lebih Rp400 juta belum lagi barang inventaris sekolah,” katanya.

Kedepan kata Hermawan, setiap bangunan sekolah harus dilengkapi hidran serta adanya akses jalan memadai agar jika terjadi musibah dapat segera dilakukan penanggulangan.

"Karena kebutuhan ruang belajar di SDN 007 ini sangat mendesak sehingga pembangunan kembali akan dianggarkan melalui APBD 2014,” kata Hermawan.   (*)


Pewarta: Johan A Hakim
Editor : Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026