Sebagaimana yang diungkapkan Irwan, warga Desa Tabur Lestari di Nunukan, Rabu, warga Kecamatan Seimenggaris yang sebagian besar memiliki perkebunan kelapa sawit itu sangat membutuhkan adanya kantor perbankan.
Selama ini, kata dia, apabila warga ingin mengamankan uang miliknya di bank harus ke Pulau Nunukan dengan jarak tempuh sekitar dua jam menggunakan speed boat.
"Saya heran kenapa tidak ada bank di sana (Seimenggaris). Padahal, Kecamatan Seimenggaris kan kawasan industri kelapa sawit, ditambah lagi warga yang punya kebun kelapa sawit sendiri sehingga dipastikan banyak uang beredar setiap bulan," ujar dia dengan menyatakan keberadaannya di Pulau Nunukan untuk menyetor uang miliknya di BRI Cabang Nunukan.
Pengamatan dia, warga Kecamatan Seimenggaris sebagian besar termasuk dirinya menyimpan uang di rumah masing-masing, akibat tidak adanya kantor perbankan terdekat.
"Saya lihat dan amati uang warga di Seimenggaris disimpan di rumahnya saja. Karena kalau disimpan di bank, tidak ada yang dekat tapi harus ke (Pulau) Nunukan," katanya.
Padahal, kata, penghasilan warga setempat setiap bulan mencapai miliaran rupiah, ditambah pula beberapa perusahaan kelapa sawit yang cukup besar.
Berhubung tidak ada kantor perbankan, hasil penjualan kelapa sawit warga di kecamatan itu tidak aman, ditambah makin maraknya kasus perampokan yang terjadi akhir-akhir ini, kata dia. (*)
Pewarta: M Rusman: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.