Samarinda (ANTARA Kaltim) - Jumlah rumah tangga usaha pertanian dalam arti luas baik tanaman pangan, peternakan, perikanan, dan perkebunan di Kalimantan Utara (Kaltara), provinsi baru hasil pemekaran dari Kaltim, mengalami kenaikan sebesar 14,27 persen per tahun.

"Jumlah rumah tangga yang berusaha di sektor pertanian di Kaltara mengalami kenaikan sebanyak 5.552, yakni dari 38.914 rumah tangga berdasarkan Sensus Pertanian 2003, naik menjadi 44.466 rumah tangga pada 2013," ucap Plh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Achmad Zaini di Samarinda, Selasa.

Sensus Pertanian dilakukan tiap 10 tahun sekali oleh BPS sejak 1963, dilanjutkan pada 1973, 1983, 1993, 2003, dan 2013.

Selain terdapat 44.466 rumah yang berusaha di sektor pertanian dalam arti luas, lanjut Zaini, di Kaltara juga terdapat 50 unit perusahaan pertanian berbadan hukum dan terdapat tiga jenis usaha pertanian.

Menurutnya, populasi sapi dan kerbau di Kaltara pada 2013 mencapai 16.910 ekor. Jumlah ini mengalami kenaikan jika dibanding dengan hasil pendataan sapi potong, sapi perah, dan kerbau pada 2011 yang sebanyak 16.775 ekor.

Data yang berdasarkan pencacahan Sensus Pertanian 2013 itu, lanjutnya, kenaikan jumlah rumah tangga usaha pertanian yang mencapai 14,27 persen per tahun tersebut, secara absolut kenaikan terbesar terjadi di Kabupaten Nunukan, sedangkan kenaikan terendah terjadi di Kabupaten Malinau.

Untuk Kabupaten Malinau terjadi peningkatan sebanyak 3.087 usaha pertanian, sedangkan Kabupaten Nunukan terjadi peningkatan sebanyak 219 usaha pertanian dalam 10 tahun terakhir.

Meski demikian, lanjutnya, secara persentasi Kabupaten Nunukan merupakan daerah yang paling tinggi mengalami kenaikan usaha pertaniannya, yakni mencapai 24,65 persen per tahun.

Sedangkan daerah di Kaltara secara persentasi yang mengalami penurunan paling sedikit Malinau yang sebanyak 3,01 persen per tahun.

Sementara itu, lanjut Zaini, jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum terbanyak berada di Kota Tarakan yang mencapai 21 perusahaan, sedangkan yang paling sedikit jumlah usaha perusahaan pertanian adalah di Kabupaten Tana Tidung dan Malinau yang masing-masing terdapat dua unit perusahaan. (*)


Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026