Samarinda (ANTARA) - Neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Agustus 2026 mengalami surplus sebesar 1,28 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang ditopang aktivitas komoditas nonmigas, menunjukkan ketahanan kinerja perdagangan luar negeri daerah ini.
"Surplus perdagangan ini didukung sektor nonmigas yang kelebihan nilai dagang 1,71 miliar dolar AS, sementara sektor migas defisit 426,13 juta dolar, sehingga total surplus menjadi 1,28 miliar dolar," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Mas'ud Rifai, di Samarinda, Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa pergeseran struktur ekspor mulai terlihat, tidak mengandalkan batu bara dan migas. Hasil industri justru naik 51,87 persen dibanding Juli, sementara hasil tambang turun 16,61 persen.
Komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati bahkan melonjak 84,27 persen. Hal ini menunjukkan adanya diversifikasi produk unggulan yang mulai menguat di Kaltim.
Ia menyebut bahwa China tetap menjadi pasar ekspor terbesar Kaltim dengan peran 32,23 persen, diikuti India dan Filipina. Sementara Vietnam dan Taiwan mengalami penurunan permintaan signifikan pada Agustus.
"Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, kinerja perdagangan luar negeri Kaltim tetap positif dan mencatatkan surplus yang konsisten, meskipun fluktuasi harga dan permintaan pasar global mempengaruhi nilai ekspor bulanan. Surplus kumulatif perdagangan Kaltim mencapai 9,11 miliar dolar AS," katanya lagi.
Mas’ud mengatakan bahwa nilai ekspor Provinsi Kaltim pada Agustus 2026 tercatat 1,88 miliar dolar AS atau turun 3,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ekspor terjadi pada sektor migas maupun nonmigas.
Ekspor migas turun 13 persen menjadi 86,63 juta dolar AS, antara lain dipengaruhi tidak adanya ekspor gas alam pada bulan tersebut. Sementara ekspor nonmigas turun tipis 3,09 persen menjadi 1,79 miliar dolar AS.
"Meski terjadi penurunan bulanan, secara tahunan ekspor Kaltim justru naik 2,85 persen dibanding Agustus 2025. Sepanjang Januari-Agustus 2026, ekspor Kaltim tumbuh 5,97 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," ujarnya.
Di sisi lain, impor turun lebih tajam sebesar 15,94 persen, dari 706,71 juta dolar AS menjadi 594,06 juta dolar AS, didorong impor migas yang turun 18,01 persen, sedangkan impor nonmigas hampir tidak berubah karena hanya turun 0,02 persen.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.