Dua Gol Mitra dilesatkan oleh kapten Ali Surahman melalui titik penalti di menit ke-65 dan Arpani pada menit ke-78.
Sedangkan, gol Persita dicetak oleh Dibyo menjelang turun minum babak pertama menit ke-45.
Hasil tersebut membuat Naga Mekes Muda mengamankan tiket babak semi final.
Pada partai sebelumnya yang dimainkan sore hari di tempat yang sama, Persisam bermain imbang 0-0 melawan Persipura.
Dengan demikian, Mitra Kukar dipastikan lolos dari grup L sebab dari dua pertandingan tim asal Tenggarong itu meraih enam poin, sedangkan Persipura mengantongi empat poin disusul Persisam dengan satu poin dan Persita belum mendapatkan poin.
Meski bermain di kandang, Ali Surahman dan kawan-kawan tak bisa bermain lepas diawal babak pertama, sehingga hanya mengandalkan serangan balik. Justru tim tamu terlihat menguasai lini tengah yang dimotori Hari Babrian.
Namun, pada menit 15 peyerang Mitra Roy Fadlan nyaris membuat timnya unggul, andai sudulannya dari umpan lambung tendangan bebas Samsudin tidak melebar ke kanan gawang Persita yang dikawal Rona R.
Setelah ancaman tersebut, Pendekar Cisadane Muda langsung mendapatkan peluang emas melalui striker lincah Aldi yang lolos dari kawalan pemain belakang Mitra, namun eksekusinya masih bisa dimentahkan penjaga gawang tuan rumah, Hendra.
Selepas peluang itu, Persita terus menguasai lini tengah dan menusuk pertahanan Mitra namun selalu digagalkan oleh pertahanan Naga Mekes Muda yang dimotori Samsudin.
Mitra Kukar bisa saja unggul lebih dulu melalui tendangan bebas Ananda di menit ke-30 dan dimenit ke-36 oleh Ali Surahman, tapi dua-duanya dapat ditepis oleh Rona.
Gol pembuka pada pertandingan itu akhirnya diciptakan striker Persita Dibyo pada menit 45 melalui tendangan kerasnya yang tak dapat ditangkap sempurna oleh Hendra sehingga 1-0 Persita memimpin hingga akhir babak pertama.
Di babak ke dua, pelatih Rahmat mengeluarkan gelandang bertahan Tigam Alif dan menggantikannya dengan gelandang serang Chaidir Alfionesa.
Hasilnya, lini tengah Mitra Kukar mulai membaik dan suplai bola ke dua penyerang yakni Roy dan Arpani menjadi lebih banyak.
Pada menit ke-65, gelandang serang Yogi Rahadian yang menguasai bola dalam kotak penalti hasil umpan tarik Arpani, ditabrak dari belakang oleh pemain bertahan Persita sehingga wasit pun menunjuk titik putih.
Eksekusi yang dilakukan kapten Ali Surahman diselesaikan dengan baik, sehingga membuat skor imbang 1-1.
Setelah gol tersebut mental Naga Mekes Muda membaik, dengan terus menekan pertahanan Persita yang dikawal Gilang dan Alfian.
Peyerang Mitra Roy Fadlan terlihat menonjol perannya disisa pertandingan dengan beberapa kali berhasil melakukan penetrasi ke kotak penalti Persita.
Gol kemenangan Mitra Kukar lahir pada menit ke-78 melalui kaki Arpani setelah memanfaatkan bola "rebound" akibat tendangan keras Roy Fadlan yang sebelumnya melewati tiga pemain belakang Persita.
Hingga peluit akhir pertandingan skor tidak berubah 2-1 untuk keunggulan Naga Mekes Muda.
Pada pertandingan tersebut wasit Suwandi asal Malang mengeluarkan enam kartu kuning, yaitu empat untuk pemain Persita dan dua untuk Mitra Kukar.
Pelatih Mitra Kukar U21 Rahmat mengatakan sangat puas dengan kemenangan itu karena pemainnya mampu bangkit dengan mengikuti instruksinya.
"Pada babak pertama Persita memang unggul lini tengah, hasilnya kiper kita blunder dan kebobolan, tapi babak kedua saya memasukkan Alfionesa untuk memperkuat gelandang serang dan bisa membalikkan keadaan," terangnya.
Sementara, Menajer Mitra Kukar U21 Trias Slamet, bersyukur atas raihan anak asuhnya karena bisa mencapai target semi final.
"Alhamdulillah, target tecapai. Ini berkat kerja keras pemain hingga pluit akhir penghabisan, anak-anak juga mengikuti instruski pelatih dengan baik," demikian ungkapnya. (*)
Pewarta: Hayru AbdiEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.