Samarinda (ANTARA Kaltim)- Pemprov Kaltim melalui instansi terkait dalam tahun anggaran 2013 menyalurkan bantuan kepada sejumlah kelompok ternak di Kabupaten Kutai Barat senilai Rp3,7 miliar agar pengembangan peternakan terus berkembang.

"Dana itu berasal dari APBN dan APBD Kaltim yang disalurkan tidak dalam bentuk uang, tetapi sudah dirupakan barang untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat ternak," ujar Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur Dadang Sudarya di Samarinda, Rabu.

Bantuan yang diberikan antara lain berupa sapi sebanyak 40 ekor, pengembangan kerbau sebanyak 30 ekor, pengembangan kambing sebanyak 145 ekor, bantuan untuk pengembangan babi sebanyak 50 ekor.

Selain itu, dana tersebut juga untuk bantuan pemanfaatan kotoran hewan berupa pengadaan alat energi alternatif dari kotoran hewan, termasuk bantuan untuk pemberantasan penyakit rabies yang menyerang sejumlah binatang ternak.

Pemberian bantuan untuk pengembangan binatang ternak tersebut memiliki banyak tujuan, di antaranya adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sub sektor peternakan.

Semua jenis binatang ternak tersebut diharapkan dapat berkembang populasinya, pasalnya binatang yang didistribusikan berupa sapi bibit, kerbau bibit, kambing bibit, dan babi bibit.

Untuk program perbibitan, binatang yang didistribusikan berupa pejantan dan betina dengan jumlah lebih banyak yang betina. Para betina itu diharapkan dapat bunting dan melahirkan tiap 12 hingga 15 bulan sehingga populasi sapi, kerbau, kambing, dan babi di daerah itu cepat meningkat.

Program ini juga dimaksudkan agar Kaltim umumnya dan Kubar khususnya, kelak dapat mencapai-capai cita-cita menjadi swasembada daging, pasalnya hingga saat ini kebutuhan konsumsi daging sebagain besar masih didatangkan dari luar Kaltim.

Sedangkan peralatan biogas kepada kelompok ternak sapi maupun kerbau, yakni sebuah alat yang mampu mengubah kotoran hewan (kohe) menjadi energi alternatif sehingga warga bisa mandiri energi.

Peralatan biogas itu hanya diberikan kepada warga yang memelihara sapi maupun kerbau, pasalnya alat itu berbahan utama kotoran hewan (kohe) dari sapi atau kerbau.

Fungsi alat tersebut antara lain dapat digunakan untuk menyalakan kompor gas sehingga warga tidak perlu menggunakan bahan bakar kayu maupun membeli elpiji. Alat tersebut jugadapat digunakan menyalakan lampu sehingga warga tidak tergantung pada PLN maupun sumber energi listrik lainnya.(*)

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026