"Setelah berlangsung hampir dua pekan, maka hari ini, Tim RAP sudah menuntaskan wawancara dan `sharing` informasi dengan hampir semua Pengprov cabang olahraga. Beberapa di antaranya sudah melengkapi data-data yang kita butuhkan, sebagian memang belum namun berjanji segera melengkapinya," kata Ketua TIM RAP Sumarlani di Samarinda, Sabtu.
Data-data itu, kata dia, sangat penting karena berkaitan erat dalam rencana penyusunan program dalam mencapai target Kalimantan Timur pada PON XIX-2016.
"Data-data yang sangat krusial itu, misalnya tentang potensi atlet kita pada PON 2016, baik data prestasi, usia maupun data pendukung, misalnya pelatih baik kuantitas maupun kualitas yang kita memiliki," ujar Sumarlani yang juga Sekum PGSI Kaltim itu.
Data akurat sangat dibutuhkan bagi KONI Kaltim dalam menyusun rencana strategis menjalankan berbagai program dan kegiatan berkesinambungan sampai finalnya di 2016.
"Bukan perkara mudah untuk meraih lima besar di Jawa Barat namun kita optimitis hal itu bisa diraih jika sejak awal kita mempersiapkan diri, dan kegiatan ini merupakan bagian dari langkah awal kita," katanya.
Tidak hanya untuk menghimpun data dari wawancara serta konsultasi itu, Tim RAP juga menampung berbagai persoalan yang dianggap menjadi ganjalan bagi provinsi itu meraih target lima besar jika tidak segera dipecahkan.
Misalnya, beberapa atlet penyumbang medali baik tingkat nasional maupun internasional mengaku kurang mendapatkan perhatian dari pihak-pihak terkait.
"Hal-hal seperti ini juga kami perhatikan agar KONI bisa memediasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut," iumbuh dia.
Berbagai persoalan itu akan dibahas dalam rapat selanjutnya, mengingat kegiatan tim RAP merupakan bagian dari program ekspose cabang olahraga yang dijadwalkan berlangsung setelah Idul Fitri 2013. (*)
Pewarta: Datiz: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.