Pelatih Persisam Putra Samarinda Sartono Anwar di Samarinda, Selasa, menjelaskan bahwa kedua pemain baru itu dinilai cepat beradaptasi dengan rekan-rekannya satu tim, sehingga mereka berpeluang diturunkan pada pertandingan perdana menghadapi tuan rumah Mitra Kukar.
"Progress keduanya cukup bagus. Mereka cepat beradaptasi dalam latihan, makanya mungkin saja kami akan menurunkan keduanya menghadapi Mitra," jelas Sartono.
Secara pribadi, Sartono menilai Tsimi sudah paham karakter tim Persisam karena sudah dua musim ia bergabung bersama tim Persisam.
Sementara untuk Osas Saha, Sartono menilai mantan penyerang Madura United itu cukup supel dalam bergaul dan mudah berinteraksi dengan teman-temannya, baik saat latihan maupun di luar latihan.
"Makanya saya melihat proses adaptasi kedua pemain tersebut cukup cepat berbaur dengan teman-temannya di tim, mudah-mudahan proses ini bisa membawa pengaruh positif," terang Sartono.
Meski terlalu dini untuk membedah kekuatan melawan Mitra Kukar karena pertandingan masih cukup lama, Sartono mengatakan pihaknya harus menilai progress pemain yang tengah disiapkan menjadi skuad inti.
"Mungkin, sehari sebelum pertandingan saya baru memfinalisasikan, sekarang pandangan saya masih umum dan lebih fokus untuk konsentrasi persiapan," urai Sartono.
Soal lambat bergabungnya Lancine Kone, Sartono mengaku hal itu tidak menjadi persoalan karena dia sudah menyiapkan beberapa pemain yang menggantikan peran Kone.
"Kita lihat dulu besok (Rabu-red) kalau Kone bisa bergabung latihan, maka kita nilai dulu kesiapannya. Karena saya kawatirkan persoalan fisik Kone bisa menjadi kendala. Makanya saya sudah antisipasi pemain lainnya," jelas Sartono.
Sedangkan untuk Ferdinand Sinaga, Sartono menegaskan tidak akan menurunkannya bila tim medis belum menyatakan dia sembuh seratus persen.
"Sayang juga kalau setengah sembuh kita mainkan. Kalau ada apa-apa yang bakal rugi pemainnya sendiri. Makanya untuk Sinaga biarkan dia pulih dulu baru kita pikirkan game untuknya," jelas Sartono. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.