"Bahkan Menteri Pertanian RI Suswono pernah mengakui bahwa terobosan baru itu perlu ditiru oleh perusahaan lain. Saat ini jumlah sapi Bali yang dipelihara di lokasi itu terdapat 82 ekor, tetapi jumlah itu berfluktuasi bisa bertambah bisa juga berkurang karena kami sering memberikan kepada peternak yang melakukan magang," ujar Rober Soebandy, Asisten Administrasi Community Empowerment PT KPC, yang ditemui di Samarinda, Jumat.
Menurutnya, di lahan pasca tambang oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) tersebut dibagi dalam lima zona, yakni Zona Lindung, Zona Penyangga, Zona Konservasi Keanekaragaman Hayati, Zona Wisata, dan Zona Pemanfaatan.
Salah satu Zona Pemanfaatan itu berupa lahan pemanfaatan sapi Bali yang dikenal dengan nama Peternakan Sapi Terpadu. KPC menamakan program ini dengan istilah Peternakan Sapi Terpadu (Pesat).
Kawasan Pesat memanfaatkan lahan seluas 22 hektare di lokasi D2 Murung, yakni lokasi bekas dumping Pit Surya yang selesai ditambang pada 2002.
Sebagai bagian dari rencana penutupan tambang yang bermanfaat secara ekonomi, KPC kemudian menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan penelitian dan uji coba peternakan sapi Bali di lahan tersebut.
Penelitian kemudian dilakukan oleh Dosen Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda atas nama Dr Taufan, yakni saat dosen itu menempuh program doktor di IPB.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa daging sapi yang diternak di lokasi itu aman dikonsumsi, sehingga layak dikembangkan di lokasi bekas penggalian batu bara tersebut.
Tindak lanjut dari hasil penelitian itu, pada 2009 kemudian KPC membangun kawasan Pesat, yakni kawasan yang menjadi pusat pembibitan dan pelatihan usaha peternakan sapi potong.
Selama ini, lanjut Rober, sudah puluhan warga Kutai Timur dan sekitarnya menjalani pelatihan atau magang di kawasan tersebut, setelah dua hingga tiga bulan pemagang dianggap lulus, maka pemagang yang merupakan peternak sapi tersebut dibantu satu hingga dua ekor sapi Bali per orang.
Jenis kelamin sapi yang dibantukan tergantung pada populasi sapi yang dimiliki peternak magang. Apabila peternak memiliki sapi jantan di rumahnya, maka KPC akan membantu sapi betina, begitu pula sebaliknya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Peternakan Kaltim Woro Triani saat dimintai komentarnya, dia mengatakan bahwa langkah yang ditempuh oleh KPC itu cukup bagus karena selain bagian dari reklamasi juga membantu peternak dalam meningkatkan SDM, termasuk meningkatkan pendapatan warga. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.