Ini berarti pasokan daging yang mampu dipenuhi peternak lokal sebesar 74,68 persen, sehingga kekurangannya yang sebanyak 25,32 persen masih didatangkan dari dari daerah lain
Samarinda (ANTARA KALTIM) - Produksi daging di Provinsi Kaltim mengalami peningkatan sebesar 15,5 persen dalam dua tahun terakhir, yakni sebanyak 47.937,40 ton daging pada 2011 kemudian naik menjadi 55.381,70 ton pada 2012.

Plt Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur (Kaltim) Dadang Sudarya di Samarinda, Kamis, mengatakan, meskipun produksi daging di Kaltim naik, tetapi peningkatan itu belum mampu mencukupi kebutuhan lokal sehingga pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produksinya.

Menurutnya, kebutuhan daging bagi masyarakat Kaltim berdasarkan data 2012 mencapai 57.401,20 ton, sementara produksinya sebesar 55.381,70 ton sehingga masih kekurangan 2.019,5 ton daging siap konsumsi.

"Ini berarti pasokan daging yang mampu dipenuhi peternak lokal sebesar 74,68 persen, sehingga kekurangannya yang sebanyak 25,32 persen masih didatangkan dari dari daerah lain, seperti dari Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi," katanya.

Untuk kemampuan pasokan sapi potong lokal, peternak Kaltim baru mampu memproduksi 10.400 ekor atau 10 persen dari populasi ternak sapi pada 2012 yang mencapai 104.017 ekor.

Padahal kebutuhan sapi potong di Kaltim sebanyak 50.000 ekor, ini berarti total peternakan Kaltim baru mampu memasok 20 persen dari total kebutuhan konsumsi, selebihnya sekitar 40.000 ekor terpaksa didatangkan dari luar daerah.

Mengingat masih tingginya kebutuhan sapi di Kaltim, maka dia berharap kepada siapa saja yang memiliki modal agar membuka usaha peternakan terutama jenis sapi, pasalnya pangsa pasarnya masih tinggi dan peluangnya terbuka lebar.

"Sebagai contoh adalah, sapi potong dari daerah lain yang masuk ke Kaltim sekitar 40.000 ekor per tahun. Sapi-sapi tersebut kemudian dipotong melalui Rumah Potong Hewan (RPH) yang tersebar di sejumlah daerah. Apabila pelaku ada warga yang mau berinvestasi bidang peternakan, maka kita tidak lagi mendatangkan sapi dari daerah lain," ujarnya.

Selain mengharap ada investor yang membuka usaha peternakan, dia juga terus berupaya meningkatkan populasi sapi, di antaranya dengan memberikan bibit sapi kepada sejumlah kelompok ternak, meningkatkan inseminasi buatan, memberikan insentif agar peternakan tidak menjual sapi betina bunting, dan sejumlah kegiatan lain.  (*)

Pewarta: M Ghofar
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026