Tidak ada korban jiwa saat angin puting beliung menerjang kawasan ini, namun banyak rumah warga yang rusak,"
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Belasan rumah di Desa Sabing Tulung, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara  rusak akibat diterjang angin puting beliung yang melanda kawasan itu pada Sabtu (2/3).

Kepala Sekolah SDN 016 Sabing Tulung, Wandi, dihubungi dari Samarinda, Senin menyatakan, angin puting beliung yang melanda kawasan itu berlangsung selama satu jam yakni pada Sabtu (2/3) sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 Wita.

"Tidak ada korban jiwa saat angin puting beliung menerjang kawasan ini, namun banyak rumah warga yang rusak. Sementara, sekolah kami tidak terkena dampak angin puting beliung tersebut," ungkap Wandi.

Berdasarkan data yang diperoleh kata Wandi, tercatat 19 rumah warga yang rusak akibat diterjang angin puting beliung.

"Terdapat 19 rumah warga yang rusak, empat diantaranya rusak parah sementara sebagian besar hanya bagian atapnya yang hilang. Sampai saat ini (Senin) dua rumah warga belum bisa ditempati karena kondisinya hancur," kata Wandi.

Warga korban angin puting belum itu lanjut dia masih mengungsi di tempat kerabat mereka.

Sejauh ini kata Wandi, belum ada bantuan dari pemerintah setempat terkait musibah tersebut.

"Warga yang rumahnya rusak parah sementara waktu masih bertahan di rumah kerabat mereka. Belum ada bantuan, namun Dinas Sosial Kabupaten Kutai Kartanegara sudah meninjau lokasi termasuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta dari Kecamatan Muara Kaman," katanya.

"Sementara, sebuah rumah yang rusak yang hanya dihuni oleh seorang ibu sudah diperbaiki atas gotong royong masyarakat.

Sementara, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Temindung Samarinda, Sutrisno dihubungi Senin sore mengatakan, alat deteksi rekaman kecepatan angin tersebut kembali tidak berfungsi akibat padamnya listrik di wilayah itu pada Sabtu (2/3).

"Alat pendeteksi kecepatan angin kembali tidak bisa merekam karena saat itu aliran listrik kembali padam," ungkap Sutrisno.

Namun, jika kecepatan angin hanya 30 knot lanjut Sutrisno tidak akan berdampak besar dan angin tersebut berasal dari awan Kumulonimbus atau awan CB.   (*)

Pewarta: Amirullah
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026