Kalau tidak ada suplai barang dari Tawau, orang Nunukan mau makan pakai apa. Sementara kebutuhan sehari-hari hanya beras dan sebagian sayur-sayuran yang didatangkan dari SulawesiNunukan (ANTARA Kaltim) - Pasokan sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur tetap normal meskipun keadaan cuaca masih belum stabil.
Salah seorang pemasok beras dari Sulawesi Selatan, Andi Sose di Nunukan, Kamis mengatakan meskipun kondisi cuaca belum stabil benar tetapi tidak pernah mengurangi pasokan beras masuk ke wilayah itu yang jumlahnya mencapai 300 ton setiap bulan.
Begitu juga proses suplai ke wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Nunukan tidak pernah terkendala transportasi.
Ia mengatakan, beras miliknya selain untuk persediaan kebutuhan konsumsi masyarakat di Pulau Nunukan juga banyak dipasok ke Kecamatan Seimenggaris, Sebuku dan Lumbis.
Hal yang sama diungkapkan, H Tamir salah seorang pemasok kebutuhan sehari-hari dari Tawau Malaysia. Ia menegaskan tidak pernah terganggu pada saat mendatangkan barang dari negara tetangga selama ini sehingga ketersediaan kebutuhan tetap mencukupi.
H Tamir mengakui apabila pemasokan terganggu maka memicu kenaikan harga barang karena ketersediaan berkurang sementara kebutuhan meningkat.
Pemasok sembako produk Malaysia yang bertempat tinggal di Kompleks Pasar Baru Nunukan ini menyatakan, sekitar 90 persen kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat Kabupaten Nunukan mengandalkan produk Malaysia.
"Belum pernah juga ada masalah setiap mengangkut barang dari Tawau (Malaysia) selama ini. Tetap lancar-lancar saja," ujarnya. Produk Malaysia ini didatangkan dari Tawau dengan menggunakan kapal kayu bermesin ukuran besar yang dapat memuat hingga ratusan ton, katanya.
H Tamir produk Malaysia yang banyak dikonsumsi masyarakat di Kabupaten Nunukan adalah minyak goreng, gula pasir, mi kering, mihun, wortel, buncis, bawang putih, ikan, tabung gas, dan lain-lainnya.
"Kalau tidak ada suplai barang dari Tawau, orang Nunukan mau makan pakai apa. Sementara kebutuhan sehari-hari hanya beras dan sebagian sayur-sayuran yang didatangkan dari Sulawesi (Selatan)," kata dia lagi.
Jadi, mengenai produk Malaysia yang masuk ke Kabupaten Nunukan tidak bisa dibatasi atau dilarang karena dapat memicu terjadinya gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat. (*)
Pewarta: M RusmanEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.