Samarinda (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kalimantan Timur, mengambil langkah inklusi dalam menjaga kebugaran 14 warga binaan pemasyarakatan (WBP) lanjut usia (lansia) dan memberikan pemberdayaan sosial bagi keluarga para narapidana.
"Program terpadu ini merupakan wujud komitmen kami dalam memenuhi hak kesehatan kelompok rentan dan wujud nyata kepedulian sosial bagi keluarga," kata Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Puang Dirham di Samarinda, Selasa.
Upaya pelayanan kesehatan tersebut diwujudkan secara konkret melalui penyelenggaraan Posyandu Lansia bagi belasan warga binaan berusia senja di dalam lapas.
Pemeriksaan medis mencakup pengecekan tekanan darah secara berkala, penimbangan berat badan, hingga sesi konsultasi kesehatan intensif bersama petugas klinik yang kompeten.
"Melalui pelaksanaan Posyandu Lansia ini, kami menaruh harapan besar agar status kebugaran fisik mereka dapat terus terpantau secara optimal," ujarnya.
Petugas medis juga mendistribusikan puluhan paket makanan tambahan bergizi seimbang agar daya tahan tubuh para lansia selalu dalam kondisi prima.
Selain perawatan medis WBP lansia, Lapas Narkotika Samarinda juga menyalurkan paket bantuan sosial berupa kebutuhan pokok bagi 30 keluarga warga binaan di luar tembok lapas.
Penyaluran juga berlanjut dengan memberikan tambahan 30 bantuan sosial bagi keluarga yang membutuhkan di sekitar Lapas Narkotika Samarinda.
"Kami berharap distribusi bahan pangan pokok ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga warga binaan di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan harian," kata Puang Dirham.
Penyaluran paket sembako tersebut diinisiasi secara mandiri oleh pengurus Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia yang beroperasi produktif di lingkungan internal lembaga.
Bantuan sosial ini menyasar langsung kepada perwakilan keluarga inti yang terdata membutuhkan dukungan materi selama kerabatnya menjalani masa rehabilitasi.
Dia menambahkan integrasi pelayanan kesehatan lansia, pemenuhan kebutuhan pokok keluarga, serta pelatihan kerja kemandirian tersebut mampu mengakselerasi seluruh tahapan reintegrasi sosial.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.