Tinggi pasang Sungai Mahakam malam ini (Selasa) sekitar pukul 22.00 Wita mencapai 2,2 meter. Pasang Sungai Mahakam merupakan dampak `bulan mati` atau awal bulan purnama yang menyebabkan terjadinya pasang air laut,"Samarinda (ANTARA Kaltim) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandara Temindung Samarinda, memprediksi, pasang air Sungai Mahakam pada Selasa malam sekitar pukul 22. 00 Wita mencapai 2,2 meter.
"Tinggi pasang Sungai Mahakam malam ini (Selasa) sekitar pukul 22.00 Wita mencapai 2,2 meter. Pasang Sungai Mahakam merupakan dampak `bulan mati` atau awal bulan purnama yang menyebabkan terjadinya pasang air laut," ungkap Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandara Temindung Samarinda, Sutrisno, di Samarinda, Selasa.
Pada Selasa pagi lanjut Sutrisno, ketinggian pasang Sungai Mahakam memang sudah mencapai 1,7 meter sebelum naik jadi 2,2 meter pada Selasa malam.
Selanjutnya, pada Rabu (30/1) pagi sekitar pukul 09.00 Wita pasang Sungai Mahakam, kata dia, turun dengan ketinggian 1,9 meter, namun pada Rabu malam pasang sungai naik lagi menjadi 2,1 meter.
"Namun, kondisi ini masih dianggap normal jika tidak turun hujan. Tetapi, jika hujan berlangsung, beberapa kawasan khususnya warga yang bermukim di sekitar Sungai Mahakam dan Karang Mumus agar lebih waspada," kata Sutrisno.
Pada Kamis (1/2) lanjut Sutrisno, pasang Sungai Mahakam mulai mengalami penurunan yakni, pada pukul 10.00 Wita setinggi 1,9 meter dan sekitar pukul 22.30 Wita Kamis malam juga sekitar 1,9 meter.
"Kondisi ini akan terus berubah hingga mencapai normal. Kita berharap, pasang Sungai Mahakam ini tidak disertai intensitas hujan tinggi sebab jika itu terjadi beberapa kawasan di Samarinda, kemungkinan akan tergenang," ungkap Sutrisno.
Sementara, banjir yang melanda sebagian Kota Samarinda pada Selasa dinihari, lanjut dia disebabkan pasang Sungai Mahakam tersebut. (*)
Pewarta: AmirullahEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.