Kalau mereka menganggap organisasi yang bagus seharusnya pemanggilan pemain dilayangkan dengan surat resmi sesuai dengan prosedur, jangan langsung tembak ke pemain melalui komunikasi sembunyi-sembunyiSamarinda (ANTARA Kaltim) - Manajemen Persisam Putra tetap bersikukuh dengan keputusannya menolak timnas PSSI Johar Arifin, dengan tidak mengirimkan pemainnya yakni Bayu Gatra ikut bergabung dalam persiapan timnas U-23 untuk SEA Games 2013.
Presiden Direktur Persisam Putra Samarinda Harbiansyah Hanafiah sejak awal telah menyatakan bahwa para pemain Persisam tetap fokus menjalani kompetisi Liga Super Indonesia, terkecuali pengelolaan timnas sudah diambil alih pemerintah yang dalam hal ini KONI Pusat.
"Saya sudah paham betul kualitas PSSI yang sekarang ini, lain halnya bila pemerintah yang mengambil alih, tentunya kami tetap akan mengedepankan kepentingan republik ini," jelas Harbiansyah di Samarinda, Rabu.
Sebelumnya, Komisaris PT Liga Indonesia ini juga menolak memberangkatkan M Roby, salah satu pemain Persisam, yang juga dipanggil timnas PSSI untuk Pra-Piala Asia.
"Logikanya persiapan panjang yang dilakukan PSSI sangat memberatkan klub yang tetap harus menanggung gaji pemain setiap bulannya," tegas Harbiansyah.
Bayu Gatra termasuk salah satu dari 30 pemain yang ikut dipanggil timnas PSSI U-23 di bawah asuhan pelatih Aji Santoso.
Kemungkinan besar Bayu tidak akan mengikuti tes fisik masuk timnas U-23 yang diagendakan pada 20-25 Januari.
"Saya tergantung dari manajemen, karena saya sudah menjalin ikatan kontrak dengan manajemen Persisam," urai Bayu Gatra.
Bayu mengaku belum tahu persis, panggilan timnas U-23 yang menyertakan namanya karena hingga saat ini ia mengaku belum menerima pemberitahuan baik lisan maupun surat.
"Saya tidak tahu kalau ikut dipanggil, saya juga belum terima surat-suratnya," cetus pemain yang menjadi idola baru bagi pecinta bola Samarinda ini.
Sementara itu manajer tim Persisam Putra Samarinda Agus Coeng Setiawan mengatakan, sejauh ini belum ada surat resmi yang dikirimkan PSSI ke tim Persisam.
"Kalau mereka menganggap organisasi yang bagus seharusnya pemanggilan pemain dilayangkan dengan surat resmi sesuai dengan prosedur, jangan langsung tembak ke pemain melalui komunikasi sembunyi-sembunyi," tutur Agus Coeng. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.