ari aspirasi yang disampaikan warga, keinginan memekarkan semata untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan meningkatkan pembangunan di segala bidangSamarinda (ANTARA Kaltim) - Faktor pembebasan lahan masih menjadi kendala dalam kegiatan pembangunan di Daerah Pemilihan (Dapil) II yang terdiri dari Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser, sehingga kegiatan proyek pembangunan belum bisa dilaksanakan sempurna.
Demikian salah satu hasil reses Anggota DPRD Kaltim dari Dapil II, yakni HM Mukmin Faisyal HP, Yakob Ukung, Puji Astuti, Sofian Noor, Hermanto Kewot, dan Agus Santoso. Ada juga H Gunawarman, Leliyanti Ilyas, Kasriyah, Syarifah Masitah Assegaf, Maria Margaretha Rini Puspa, Muhammad Adam dan H Suwandi yang disampaikan juru bicara Dapil II, Hj Encik Widiyani dalam rapat paripurna II dengan agenda penyampaian laporan hasil reses masa persidangan III 2012, Kamis (10/1).
"Warga kembali mengemukakan masalah pembebasan lahan Inhutani untuk pembangunan jalan di samping Kantor Kelurahan Baru Ulu," ucap Encik.
Politisi Partai Golkar ini memaparkan, hasil kegiatan reses anggota Dewan ini merupakan amanat Undang Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD.
"Peran DPRD Kaltim yang begitu besar dalam mendorong dinamika pembangunan di berbagai bidang sepantasnya diiringi dengan kepekaan, kritis dalam membaca dan menelaah berbagai aspirasi, mimpi dan kemauan masyarakat terhadap sebuah kebijakan pembangunan," paparnya.
Encik menyampaikan secara umum masyarakat Balikpapan Timur masih mengeluhkan ketersediaan sarana air bersih dan kebutuhan listrik rumah tangga yang belum dirasakan merata.
"Masyarakat juga mengharapkan segera terwujudnya pembangunan Jembatan Pulau Balang yang akan menghubungkan Balikpapan dan Kabupaten PPU, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka akses lebih lanjut ke daerah," sambungnya.
Sementara itu, untuk daerah PPU, Pemerintah Kabupaten Penajam menginginkan perhatian Pemprov terhadap berbagai sarana dan fasilitas publik yang memadai seperti ketersediaan sarana air bersih, pemasangan jaringan distribusi PDAM Lawe Lawe-Penajam dan pembangunan jalan akses pelabuhan.
Pada pengembangan pertanian dalam arti luas, Pemkab PPU dan masyarakat menginginkan bantuan Pemprov terhadap beberapa hal yang mendukung kesuksesan program tersebut, seperti pembukaan lahan persawahan baru, pengembangan karet dan sawit rakyat, subsidi pupuk organik, alat-alat pertanian serta akses jalan dan program-program alternatif dalam meningkatkan pendapatan dan produksi pertanian.
"Selain itu masyarakat PPU juga mengharapkan perlunya perhatian pemerintah memberikan prioritas untuk pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga, karena sampai saat ini masih sering terjadi pemadaman listrik bergilir," sebutnya.
Hal yang juga dikemukakan masyarakat adalah pembangunan bidang infrastruktur. Masyarakat PPU sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk perbaikan jalan antar desa, dan antar kecamatan karena kondisinya kini sangat parah, sangat menghambat aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
Sedangkan untuk Kabupaten Paser, disampaikan, perwakilan warga dari wilayah Paser Tengah yang berasal dari Kecamatan Long Kali, Long Ikis, Kuaro, Batu Kajang dan Muara Komam yang berharap DPRD Provinsi menyetujui pemekaran daerahnya.
"Dari aspirasi yang disampaikan warga, keinginan memekarkan semata untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan meningkatkan pembangunan di segala bidang," paparnya.
Selanjutnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia, Kabupaten Paser memfokuskan diri pada pengadaan/peningkatan berbagai sarana pendidikan yang memadai, baik fasilitas gedung, tenaga pengajar dan bantuan pendidikan.
"Oleh karena itu diharapkan kembali kepada pemerintah provinsi dapat memberikan bantuan lanjutan, khususnya dalam pembangunan madrasah bertaraf internasional di Paser, di samping keinginan ketersediaan bantuan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Paser," tandasnya.
Lainnya, keluhan petani sawit terhadap anjloknya harga jual tandan buah segar di Long Kali dan Long Ikis. Selain itu juga antrean truk-truk sawit ke pabrik yang berlangsung sangat lama menyebabkan buah sawit membusuk dan petani rugi besar. (Humas DPRD Kaltim/adv/lin/met/mir)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.