"Masih mahalnya berbagai harga kebutuhan masyarakat karena di kawasan perbatasan negara tersebut masih minim sarana dan prasarana transportasi," ujar Mukmin saat memimpin Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kaltim pertama 2013 dengan agenda Hari Ulang Tahun (HUT) Pemprov Kaltim ke-56 di Samarinda, Selasa.
Untuk itu, Mukmin meminta kepada Pemprov Kaltim agar kebijakan pembangunan ke depan diarahkan pada meminimalisir kesenjangan sosial antara pembangunan perkotaan dan perdesaan supaya tidak terjadi kecemburuan.
Sedangkan arah kebijakan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Pemprov Kaltim pada 2009-2013, ia menilai sudah baik, yakni dengan mengusung semboyan "Membangun Kaltim Untuk Semua".
Semboyan pembangunan itu dinilainya sudah merata untuk masyarakat, bukan hanya untuk membangun di daerah perkotaan, tetapi juga anggaran yang digulirkan untuk membangun sarana dan prasarana atau fasilitas untuk kemajuan di kawasan perbatasan.
Hal itu dapat dilihat dengan pengembangan tiga bandara di perbatasan yang totalnya menggunakan dana senilai Rp400 miliar, yakni dari APBD Kaltim mulai tahun anggaran 2012 hingga 2013.
Anggaran sebesar itu digunakan untuk memperpanjang landasan pacu masing-masing bandara hingga menjadi sepanjang 1.600 meter. Saat ini pembangunan sedang dikerjakan oleh TNI AD.
Rincian penggunaan dana yang Rp400 miliar itu, untuk Bandara Long Bawan di Kabupaten Nunukan dialokasikan sebesar Rp120 miliar, Bandara Long Ampung di Kabupaten Malinau Rp130 miliar, dan Bandara Datah Dawai di Kabupaten Kutai Barat dialokasikan Rp150 miliar.
Masing-masing bandara akan diperpanjang landasannya menjadi 1.600 meter. Sementara kondisi existing saat ini, untuk Bandara Long Bawan memiliki panjang landasan pacu (run way) 900 meter dengan lebar 23 meter yang menggunakan konstruksi aspal kolakan.
Kemudian Bandara Long Ampung dengan panjang 840 meter dan lebar 23 meter dengan konstruksi aspal kolakan. Selanjutnya Bandara Datah Dawai dengan panjang 750 meter dan lebar 23 meter kondisi fisik aspal kolakan.
Jika ketiga bandara itu memiliki panjang 1.600 meter dan lebar 30 meter yang ditarget tuntas 2013, maka minimal dapat didarati pesawat berbadan lebar jenis Hercules sehingga perkembangan ekonomi di tiga kawasan itu akan dapat tumbuh lebih baik.
Selain peningkatan transportasi udara, lanjutnya, kemajuan yang dicapai Kaltim di kawasan perbatasan dalam tiga tahun terakhir bidang darat juga membaik, misalnya pembangunan jalan sepanjang 1.644 km di Seimanggaris dan Serudong yang merupakan batas negara.
Selain juga membuka badan jalan di Mahak Baru, Long Bagun, Long Pahangai, dan Long Apari di Kabupaten Kutai Barat, termasuk ruas jalan Long Midang batas negara di Kabupaten Nunukan. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.