... usaha beternak di Kukar ini sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan ternak Kaltim, karena didukung dengan lahan yang masih luas, sehingga usaha peternakan di Kukar sangat potensial,"
Tenggarong (ANTARA Kaltim) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara mengoptimalkan usaha peternakan sapi di wilayah itu karena sangat potensial untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan daging sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kukar HM Shukrawardy melalui Kepala Bidang Pasca Panen dan Kesmavet Gunawan, mengatakan, hasil sensus ternak 2011 mencatat bahwa jumlah sapi di Kukar mencapai 21 ribu ekor lebih.

"Bahkan saat ini jumlah tersebut meningkat menjadi 23 ribu ekor, dengan jumlah tersebut berarti Kukar menyumbang hampir 25 persen dari jumlah seluruh sapi di Kaltim," katanya.

Sedangkan kekurangan kebutuhan sapi Kaltim mencapai 65 ribu ekor per tahun, dan yang dapat terpenuhi dari produk lokal baru 15 ribu ekor. Sisanya 50 ribu ekor masih dipasok dari luar Kaltim.

"Maka usaha beternak di Kukar ini sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan ternak Kaltim, karena didukung dengan lahan yang masih luas, sehingga usaha peternakan di Kukar sangat potensial," ujar Gunawan saat membuka rapat koordinasi teknis kelompok peternak dan petugas Unit Pelaksana Teknis Disnak Keswan Kukar, Senin (17/12) malam.

Untuk itu, menurutnya, Disnak Keswan Kukar beserta pelaku peternakan, baik kelompok peternak dan aparat Disnak Keswan  harus mampu meraih peluang itu, dengan cara mengoptimalisasi potensi yang dimiliki.

Dikatakan Gunawan, strategi pembangunan peternakan Kukar kedepan akan lebih diarahkan pada pembangunan kawasan peternakan. Yaitu kawasan yang secara khusus diperuntukkan untuk kegiatan peternakan atau terpadu sebagai komponen usaha tani, dan terpadu sebagai komponen ekosistem tertentu yaitu kawasan hutan lindung maupun bekas lahan tambang.

Adapun beberapa pembangunan kawasan yang mulai dirintis dan dikembangkan di antaranya, yaitu pengembangan kawasan padang penggembalaan di lahan kering sebanyak 25 kelompok dan di kawasan rawa delapan kelompok.

Selanjutnya pengembangan kawasan  integerasi sapi sawit sebanyak 10 klompok, dikawasan eks penambangan batu bara lima kelompok. Serta pengembangan di kawasan integerasi sapi dengan tanaman pangan dan hortikultura yang berada di sekitar pemukiman sebanyak 200
kelompok.

"Beberapa jenis program pengembangan kawasan tersebut, merupakan nilai asset ternak yang cukup memadai sebagai model pengembangan ternak pada tahun-tahun mendatang," paparnya.

Ia juga mengajak seluruh aparat Disnak Keswan dan pelaku peternakan lainnya untuk terus meningkatkan usaha peternakan, hal tersebut sebagai cara untuk meningkatkan perekonomian guna menciptakan kehidupan sejahtera para peternak.  (*)


Pewarta: Hayru Abdi
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026