Samarinda  (ANTARA Kaltim) - Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail, meminta masyarakat ikut berpartisipasi pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

"PNPM akan sukses dan berkualitas jika didukung partisipasi masyarakat dalam jumlah banyak," ujar Nusyirwan Ismail, ketika membuka Lokakarya Review PNPM Mandiri Perkotaan dan Penanggulangan Kemiskinan di Samarinda, Kalimantan Timur, Senin.

Dalam percepatan pencapaian tujuan pembangunan, khususnya berkaitan dengan upaya penanggulangan kemiskinan, lanjut Nusyirwan Ismail, pemberdayaan masyarakat sebagai sasaran yang perlu dipertajam khususnuya yang berkaitan dengan kegiatan PNPM.

"Tidak perlu terlalu banyak program, tetapi bagaimana agar bisa tepat sasaran. Lokakarya evaluasi pelaksanaan PNPM kali ini sebagai sarana rancangan strategi pendampingan dari `stakeholder` terhadap PNPM," kata Nusyirwan Ismail.

Lokakarya yang berlangsung satu hari dan diikuti 178 peserta dari sejumlah SKPD lingkup Pemerintah Kota Samarinda, ibu PKK serta berbagai kalangan itu, lanjut dia, untuk mendapatkan gambaran terkait dukungan berbagai pihak pada pelaksanaan PNPM itu.

"PNPM jangan hanya diukur dari bantuannya melainkan perlu dilihat bagaimana pemberdayaannya serta dukungan masyarakat," katanya.

"Dalam prosesnya PNPM perlu dikelola bukan hanya diberi begitu saja tetapi diperlukan pengawalan yang baik mulai dari aparat kelurahan hingga kecamatan dalam mengubah pola pelaksanaan PNPM yang tidak selalu terpaku hanya pada kebiasaan menerimaa bantuan tapi lebih kepada pemberdayaan masyarakat," ungkap Nusyirwan Ismail.

Peningkatan perekonomian masyarakat Kota Samarinda dari waktu ke waktu lanjut dia telah menunjukkan perbaikan yang cukup positif.

"Hal ini dapat dilihat dari jumlah RTS (rumah tangga sasaran) penerima bantuan yang mengalami penurunan angka dari 6,7 persen menjadi 2,1 persen. Namun, pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Kota Samarinda perlu juga diwaspadai sebagai salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan," kata Nusyirwan Ismail. (*)

Pewarta: Amirullah
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026