Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial (JPS) kepada 902 orang penerima di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
 

Bantuan senilai Rp750 ribu untuk tahap pertama periode April, Mei dan Juni tersebut diharapkan bisa menggerakkan perekonomian masyarakat yang terdampak COVID-19.

"Bantuan ini sifatnya hanya stimulan, baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Semua belum cukup untuk menangani seluruh masyarakat yang terdampak COVID-19 ini. Salah satu yang harus digiatkan lagi seperti bercocok tanam yang bisa membantu perekonomian rumah tangga," kata Hadi Mulyadi saat menyerahkan secara simbolis paket bantuan alat pelindung diri (APD) dari Kementerian Sosial RI dan menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial (JPS) di Kantor Bankaltimtara Tenggarong, Kutai Kartanegara, Selasa.

Acara penyerahan bantuan APD dan JPS dilakukan dengan menerapkan prinsip protokol kesehatan, seperti physical distancing atau menjaga jarak dan memakai masker.

Hadi menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi Bankaltimtara yang telah melakukan relaksasi atau kelonggaran dalam pembayaran cicilan/angsuran bagi masyarakat yang bekerja di sektor non formal dan terdampak COVID-19.

"Terima kasih kepada Bankaltimtara yang sudah ikut bahu membahu bersama pemerintah dan stakeholder lainnya membantu masyarakat di masa pandemi corona ini. Apalagi kita sudah memasuki new normal atau kehidupan normal baru dengan adanya kelonggaran aktifitas perekonomian. Tetapi tetap dengan mengikuti protokol kesehatan, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kita," kata Hadi Mulyadi

Tampak hadir, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah beserta anggota Forkopimda Kabupaten Kutai Kartanegara, Kepala Dinas Sosial HM Agus Hari Kesuma, Direktur Kepatuhan Bankaltimtara Andi Hadiwijaya dan jajaran Kantor Cabang Bankaltimtara Tenggarong.
 

Pewarta: Arumanto

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2020