Tenggarong (ANTARA News Kaltim) - Pusat Pembibitan Ayam Kampung Separi di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mampu menghasilkan 200 butir telur setiap hari

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kutai Kartanegara, Syahrudin, di Tenggarong, Rabu, mengatakan, selain menghasilkan telur, peternakan yang berdiri di atas lahan kurang lebih satu hektare itu, pada 2011 telah menghasilkan lebih dari seribu ekor indukan.

"Yang jelas jumlah tersebut pada 2012 ini terus bertambah seiring perkembangbiakannya yang memang dipelihara dan teratur," ujaranya.

Dia mengatakan, pusat pembibitan yang dirintis sejak 2007 itu didirikan untuk menghasilkan "Day Old Chick" (DOC) atau anak ayam umur sehari, yang biasanya dijadikan bibit.

"DOC itu untuk memenuhi kebutuhan para petani atau peternak ayam di Kecamatan Tenggarong Seberang dan sekitarnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembibitan Ayam Kampung Separi, Hairuddin mengatakan, dalam sebulan peternakannya dapat menghasilkan seribu anak ayam (DOC).

Menurut dia, jumlah tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan Tenggarong Seberang dan sekitarnya.

Namun, dengan dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, dirinya optimistis peternakannya akan mampu memenuhi kebutuhan DOC untuk petani dan peternak di kecamatan-kecamatan lainnya.

Saat ini pusat pembibitan yang dilengkapi empat mesin tetas tersebut diperkuat olah enam personel, terdiri atas satu orang sarjana teknis peternakan, empat petugas kandang dan satu wakar, yang kesemuanya adalah honorer atau Tenaga Harian Lepas (THL).

Dia menambahkan selain DOC, Pusat Pembibitan Ayam Kampung tersebut juga mampu memproduksi 200 butir telur per hari. Telur-telur tersebut selain dijual ke Tenggarong Seberang, juga dijual ke pasar Tenggarong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Hasil penjualan anak ayam dan telur tersebut kami setor ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk kas Daerah," ujarnya.  (*)

Pewarta: Hayru Abdi

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2012