Samarinda (ANTARA Kaltim) - Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Kalimantan Timur pada September 2017 mengalami penurunan 0,46 persen, yakni dari 96,61 pada Agustus turun menjadi 96,17 pada September, yang berarti kehidupan petaninya makin terpuruk.

"Angka keseimbangan NTP adalah 100, jika NTP di atas 100 berarti petaninya sejahtera secara finansial, namun jika NTP di bawah 100 berarti petaninya mengalami kerugian," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Muhammad Habibullah di Samarinda, Selasa.

Menurutnya, penurunan NTP ini terjadi karena indeks harga yang dibayar oleh petani mengalami penurunan sebesar 0,08 persen, sementara indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,54 persen.

Total NTP yang dihitung oleh BPS Kaltim di periode September ada lima item, yakni NTP tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan.

Jika dihitung per subsektor pertanian tersebut, maka NTP tanaman pangan sebesar 93,45, hortikultura 92,00, perkebunan rakyat 93,85, peternakan 104,45, dan perikanan sebesar 102,07.

Dari lima subsektor pertanian dalam arti luas yang dihitung oleh BPS Kaltim tersebut, tambahnya, hanya ada dua subsektor pertanian di Kaltim yang tingkat pendapatannya lebih baik dari petani lainnya, yakni petani ternak dan petani perikanan karena NTP-nya di atas 100.

Ia melanjutkan, penurunan NTP per subsektor pada September 2017 adalah NTP hortikultura turun 0,44 persen, NTP perkebunan rakyat turun 0,10 persen.

Sementara NTP tanaman pangan mengalami peningkatan 0,28 persen dan NTP perikanan juga mengalami peningkatan sebesar 0,70 persen.

"NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi pertanian," tuturnya.

Habibullah juga mengatakan bahwa nilai tukar usaha rumah tangga pertanian di Kaltim pada September 2017 sebesar 107,28, atau terjadi penurunan 0,65 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 107,98. (*)

Pewarta: M Ghofar

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2017