Samarinda (ANTARA Kaltim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, melaporkan lebih kurang 34.955 jiwa dari 10.134 kepala keluarga terdampak banjir besar yang melanda daerah itu selama sepekan terakhir.

"Laporan terakhir, ada 4.901 rumah yang terendam banjir dengan jumlah keseluruhan 10.134 kepala keluarga," kata Kepala Seksi Rekonstruksi BPBD Kutai Barat Seldas Limbong dihubungi Antara dari Samarinda, Minggu sore.

Ia mengatakan, ketinggian air banjir yang menggenangi 90 desa atau kampung yang tersebar di 12 kecamatan cukup bervariasi antara satu hingga tiga meter, bahkan ada rumah warga yang tinggal terlihat atapnya.

Beberapa wilayah yang mengalami genangan terparah hingga tiga meter, antara lain Kecamatan Tering, Long Iram, Barong Tongkok, Melak, dan Mook Manaar Bulatn.

"Hingga saat ini ketinggian air banjir belum ada penurunan signifikan dan warga juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan," ujar Seldas, yang bersama tim BPBD sedang dalam perjalanan menuju Tering, salah satu wilayah terparah terkena banjir.

Menurut informasi, banjir akibat luapan Sungai Mahakam dan sejumlah anak sungainya itu hampir setiap tahun melanda wilayah Kabupaten Kutai Barat dan daerah tetangga Kabupaten Mahakam Ulu.

Namun, musibah banjir yang terjadi kali ini tergolong paling parah. Selain luas wilayahnya yang terdampak, genangan air banjir juga telah berlangsung selama sepekan.

Selain ribuan rumah warga, banjir juga merendam sejumlah sekolah, kantor desa, polsek, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya, hingga melumpuhkan aktivitas warga.

Bupati Kutai Barat FX Yapan juga telah mendistribusikan bantuan beras, mie instan, telur, dan air mineral kemasan kepada warga melalui posko penanggulangan banjir.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan yang ditemui wartawan saat meninjau kondisi banjir di Melak, mengatakan, logistik di gudang milik pemerintah daerah sudah kosong setelah semua didistribusikan kepada warga, sehingga pihaknya segera mengajukan bantuan kepada pemerintah provinsi.

"Sementara ini memang masih ditanggulangi sendiri, baik bantuan pribadi dari pak bupati, perusahaan, masyarakat, maupun dari pihak lainnya," ujarnya.

Selain distribusi bantuan sembako, Wabup juga menginstruksikan seluruh puskesmas untuk siaga membantu warga yang memerlukan pelayanan kesehatan.

"Saya juga mengimbau warga untuk waspada dan hati-hati, terutama mengawasi anak-anak agar tidak bermain air banjir. Sampai sekarang tidak ada laporan korban jiwa dan mudah-mudahan kondisi warga tetap aman," tambahnya. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2017