Samarinda (ANTARA Kaltim) - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak memantau sejumlah pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan di Kabupaten Mahakam Ulu, Kamis.

Pada kunjungan ke Kabupaten Mahakam Ulu tersebut, Awang Faroek mengaku senang bisa melihat langsung bagaimana perkembangan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan.

Di kawasan itu, Pemprov Kaltim telah membangun jalan pararel yakni akses jalan dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara yang melintasi Kabupaten Mahakam Ulu.

"Tetapi, kondisi tersebut juga harus diperhatikan atau direvisi, karena Mahakam Ulu merupakan daerah strategis nasional di Indonesia. Pemprov Kaltim dengan dukungan pemerintah pusat dapat membangun jalan pararel mulai Barat ke Timur, termasuk pembangunan jalan dari Tiong Ohang hingga Long Pahangay," tutur Awang Faroek.

Gubernur menyatakan di Kabupaten Mahakam Ulu, Pemprov Kaltim juga telah membangun bandara perintis di Datah Dawai, Long Pahangay.

"Pembangunan bandara tersebut, secara otomatis akan menyambung konektivitas transportasi ke Tiong Ohang atau Kecamatan Long Apari," ucap Awang Faroek.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga merestui pembangunan Kantor Kas BPD Kaltim Long Kerioq, Long Apari serta menyerahkan Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) kepada 600 anak dan bantuan pembangunan Puskesmas serta ambulance untuk Kecamatan Long Apari.

Saat meninjau jembatan di Tiong Ohang, Awang Faroek langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim M Taufik Fauzi untuk menyusun perencanaan pembangunan jembatan permanen, karena jembatan yang ada saat ini sudah tidak layak.

"Alhamdulillah, saya sudah bisa menginjakkan kaki ke Tiong Ohang dan melihat langsung perkembangan pembangunan di wilayah perbatasan ini yang sangat luar biasa dan perkembangan pertumbuhan ekonomi masyarakat sudah semakin baik," tuturnya.

"Apalagi dengan dibangunnya Kantor Kas BPD Kaltim di Long Apari, tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang ada di pedalaman. Saya juga minta Dinas Pekerjaan Umum agar dapat merencanakan pembangunan jembatan permanen, sehingga akses transportasi masyarakat perbatasan dari desa satu ke desa yang lain dapat terkoneksi dengan baik," kata Awang Faroek.

Gubernur mengaku optimistis, dapat mengusulkan pembangunan jembatan tersebut ke pemerintah pusat melalui dana APBN.

"Jembatan itu melintasi Sungai Mahakam, sehingga patut menjadi perhatian nasional," ucap Awang Faroek. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2017