Samarinda (ANTARA Kaltim) - Tiga atlet panjat tebing Kalimantan Timur turut dipanggil oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games 2018.

Sekretaris FPTI Kaltim, Ahmad Juanda di Samarinda, Kamis, menjelaskan tiga atlet panjat tebing Kaltim tersebut diantaranya Angga Cahya (boulder), Pangeran Sapto (speed) dan Novi Cahya Wardani (boulder).

"Kami baru saja menerima surat resmi dari PP FPTI pagi tadi ( kamis-red), dan ada tiga atlet Kaltim yang ikut dipanggil, diantara 16 atlet putra dan 14 atlet putri yang masuk dalam tim pelatnas," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tiga pemanjat Kaltim tersebut semuanya merupakan penyumbang medali emas dan perak di ajang PON 2016 Jawa Barat.

"Novi merupakan penyumbang emas di kategori boulder beregu putri, dan angga cahya peraih emas di nomor boulder campuran, sedangkan pangeran sapto meraih perak di kategori speed," jelasnya.

Sesuai dengan arahan dari PP FPTI, atlet yang masuk dalam pelatnas Asian Games akan di kumpulkan pada bulan Februari ini di Yogyakarta.

Saat ini, lanjut Juanda, ketiga pemanjat tersebut tengah menjalani persiapan pribadi di beberapa daerah, seperti angga cahya tengah mengikuti program latihan bersama klub panjat tebing di DkI Jakarta, sedangkan Novi tengah menjalani latihan pemanjatan tebing alam di Padang, Sumatera Barat.

"Sementara untuk pangeran sapto masih menjalani persiapan lokal dengan pengcab FPTI di Balikpapan," tegas Juanda.

Juanda berharap para atlet Kaltim yang telah lolos masuk dalam skuad nasional ini bisa menjaga performa terbaiknya, pasalnya PP FPTI akan menerapkan program promosi dan degradasi sebelum menentukan timnas inti di ajang Asian Games tersebut.

"Penerapan promosi dan degradasi ini juga membuka kesempatan atlet Kaltim lainnya, untuk meningkatkan kualitasnya, karena PP FPTI akan terus memantau perkembangan peringkat pemanjat nasional melalui even di tahun 2017-2018 mendatang," tegas Juanda. (*)

Pewarta: Arumanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2017