Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kalimantan Timur, melakukan pengamanan selektif prioritas pada gereja-gereja besar saat perayaan Hari Raya Natal mulai akhir pekan ini.

Kepala Bagian Operasional Polresta Samarinda Komisaris Polisi Dandy Ario Yustiawan di Samarinda, Kamis mengatakan pola itu memprioritaskan pengamanan pada gereja yang memiliki jemaat banyak serta akses ke tempat ibadah itu mudah dijangkau.

"Pengamanan tetap kami lakukan di seluruh tempat ibadah, yang di Samarinda terdapat 89 gereja. Jadi, kami tetap menempatkan personel di setiap gereja, namun pengamanan lebih diprioritaskan dengan menempatkan personel lebih banyak pada gereja yang jumlah jemaatnya banyak serta mudah diakses," kata Dandy.

Selain pengamanan terbuka dengan penempatan personel berseragam di setiap tempat ibadah, pengamanan juga dilakukan secara tertutup oleh personel intel.

"Termasuk, melakukan sterilisasi gereja sebelum pelaksanaan ibadah pada perayaaan Natal," tambah Dandy.

Pada pengamanan Natal dan Tahun Baru 2017, Polresta Samarinda mengerahkan sekitar 700 personel, belum termasuk personel dari TNI, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Ia menambahkan pengamanan pada Operasi Lilin Mahakam 2016 itu bukan hanya fokus pada tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan atau keramaian masyarakat, termasuk jalur keluar dan masuk Kota Samarinda.

"Pengamanan juga kami lakukan pada titik-titik rawan terjadi gangguan kamtibmas, termasuk jalur keluar kota. Tentu, ada peningkatan pengamanan dibanding tahun-tahun sebelumnya setelah adanya aksi teror di Gereja Oikumene beberapa waktu lalu," tegas Kompol Dandy Ario.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kaltim Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ade Yaya Suryana menyatakan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2017 dilakukan secara prioritas pada daerah yang dinilai dinamika sosialnya lebih tinggi dibanding daerah lainnya.

Polda Kaltim akan memprioritaskan pengamanan pada tiga kabupaten/kota, yakni Kota Samarinda, Balikpapan serta Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.

"Pengamanan Natal dan Tahun baru lebih difokuskan pada kawasan yang tingkat kerawanannya tinggi, seperti Kota Balikpapan, Samarinda dan Tarakan. Ketiga daerah itu memiliki dinamika sosial cukup tinggi serta juga memiliki pelabuhan dan bandara," jelas Ade Yaya.

Pada Operasi Lilin Mahakam 2016 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polda Kaltim juga melakukan pengamanan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya aksi teror termasuk kejahatan konvensional lainnya.

"Ada tidaknya aksi teror, pengamanan Natal dan Tahun Baru tetap menjadi perhatian serius," tegasnya.

Pengamanan melibatkan lebih kurang 2.336 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Dinas perhubungan, dan Satpol PP. (*)       

Pewarta: Amirullah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2016