Samarinda (ANTARA Kaltim) - Popularitas Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail menjadi salah satu faktor keunggulan pasangan petahana tersebut pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda, periode 2016-2021.

"Hasil survei yang kami lakukan sejak periode Maret hingga November 2015 dengan `quick count` atau hitung cepat yang kami lakukan hari ini (9/12), hasilnya tidak jauh berbeda yakni pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail, jauh lebih unggul dibanding lawannya," kata Direktur Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP), grup dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Sunarto Ciptoharjono pada konferensi pers hasil hitung cepat pemilihan kepala daerah Samarinda, di Samarinda, Rabu.

"Secara umum, faktor popularitas atau lebih dikenal dibanding calon lain, menjadi salah satu indikator keunggulan pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail," ujarnya.

Dari hasil survei yang dilakukan LSKP menggunakan metode "multistage random sampling" atau teknik penarikan sampel secara acak bertingkat dengan "margin error" sebesar kurang lebih 4,8 persen yang melibatkan 440 responden baik dilakukan melalui wawancara maupun kuisioner, popularitas pasangan petahana jauh lebih besar dibanding pasangan Mudiyat-Iswandi.

Survei perubahan dukungan pasangan calon yang dilakukan pada periode 18-21 November dengan hasil "quick count" atau hitung cepat pada 9 Desember 2015, juga kata Sunarto Ciptoharjono mengalami peningkatan siginifikan.

Pada survei yang dilaksanakan 18-21 November tersebut pasangan nomor urut 1 Mudiyat Noor-Iswandi mendapat dukungan 6,6 persen sementara hasil "quick count" atau hitung cepat naik menjadi 23,20 persen.

Sementara, pasangan nomor urut 2, Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismai, pada survei mendapat dukungan 64,8 persen, kemudian naik menjadi 76,81 persen dari hasil hitung cepat pemilihan kepala daerah Kota Samarinda.

Pada survei LSKP terkait keterkenalan masing-masing calon mulai Maret hingga November 2015, nama Syaharie Jaang jauh lebih dikenal yakni mencapai 91,1 persen pada Maret, kemudian naik 95,0 persen pada September dan menjadi 95,4 persen pada November 2015.

Nama Nusyirwan Ismail yang merupakan pasangan Syaharie Jaang, keterkenalannya dengan responden pada Maret berkisar 66,4 persen naik signifikan menjadi 75,5 persen pada September kemudian naik lagi 89,0 persen pada November 2015.

Sementara, calon wali kota lainnya, Mudiyat Noor, belum ada yang mengenali kemudian keterkenalannya pada responden yang memiliki hak suara menjadi 18,8 persen pada September, lalu naik 31,3 persen pada November 2015.

Wakilnya Iswandi, juga tidak dikenali pada periode Maret dan mulai dikenal pada September dengan 28,1 persen dan naik menjadi 35,4 persen pada November 2015.

"Jadi, pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail, sudah dikenal jauh sebelum masa kampanye," ujarnya.

Begitu pula dengan survei terkait kesukaan responden dengan masing-masing calon, Syaharie Jaang disukai sebanyak 82,8 persen beda tipis dengan pasangannya, Nusyirwan Ismail sebanyak 81,0 persen.

Sementara Mudiyat Noor, ketersukaan responden hanya 17,3 persen dan Iswandi sekitar 15,7 persen.

Terkait kinerja pasangan petahana selama menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda, secara umum kata Sunarto Ciptoharjono, masyarakat cukup puas dengan pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail.

Pada survei tentang kemampuan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail mengatasi permasalan Samarinda, diantaranya, terkait penanganan banjir, sebanyak 45,8 persen masyarakat lanjut Sunarto mengaku mampu, sementara 41,7 persen mengatakan pasangan tersebut tidak mampu dan 12,5 persen tidak tahu.

Dalam mengatasi premanisme di Kota Samarinda, sebanyak 53,9 persen menyatakan pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail mampu mengatasinya, sebanyak 25,9 persen menyatakan tidak dan 20,2 persen tidak tahu.

Pada penanganan kemacetan, sebanyak 45,5 persen masyarakat Samarinda mengakui Syaharie Jaang-Nusyirwan mampu mengatasi dan 41,4 persen menyatakan tidak mampu sementara 13,2 persen tidak tahu.      (*)

Pewarta: Amirullah

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015