Tenggarong (ANTARA Kaltim) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara, mensosialisasikan aplikasi Sistem Informasi Desa/Kelurahan (Sidaleh) termasuk melaksanakan bimbingan teknis pengelolaan website bagi kecamatan, kelurahan dan desa.

Kepala Diskominfo Kutai Kartanegara H Surip, Senin menyatakan, pada aplikasi Sidaleh itu terdapat 15 pelayanan surat menyurat yang dapat mempermudah pelayanan.

Ke-15 surat menyurat yang terdapat pada aplikasi Sidaleh kata Surip yakni, surat keterangan kelahiran, surat keterangan menikah (N1-N7), surat keterangan penduduk meninggal, surat keterangan belum pernah menikah, surat keterangan janda/duda, surat keterangan bepergian, surat keterangan tidak mampu, surat keterangan usaha, surat pengantar imunisasi, surat pengantar izin keramaian, surat laporan kehilangan, surat permohonan akta kelahiran, surat pengantar keterangan catatan kepolisian (SKCK), surat keterangan domisili dan surat keterangan/pengantar.

Untuk berbagai keperluan, aplikasi Sidaleh lanjut Surip dilengkapi dengan formulir (F1.07) atau permohonan KTP, F1.25, surat pindah dengan tanda tangan pemohon dan petugas registrasi, F1.26 atau surat pindah dengan tanda tangan lurah/kepala desa, F.1.27 surat datang dengan pemohon dan petugas registrasi serta F1.28 atau surat datang dengan tanda tangan lurah/kepala desa.

Aplikasi Sidaleh itu lanjut Surip, dibuat berbasis website yang bertujuan memudahkan proses pelayanan di kelurahan dan desa.

"Aplikasi ini akan terus dikembangkan yang disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing kelurahan dan desa," ujar Surip.

Ia mengatakan, hingga awal Desember 2015, jumlah kecamatan, kelurahan dan desa yang telah mendapatkan sosialisasi Sidaleh yakni, 11 kecamatan, 44 kelurahan serta 74 desa.

"Sedangkan Bimteknya dimulai pada 26 Oktober di ruang laboratorium Diskominfo, kemudian pada 11-12 Nopember 2015 di Pusat Komunitas Kreatif Sangasanga, terakhir pelaksanaan bimtek pada 18-19 November 2015," kata Surip.

Bagi kecamatan, kelurahan dan desa yang belum memiliki website berdomain pemerintah tambah Surip, Diskominfo akan mendistribusikannya secara gratis, termasuk melatih operator.

"Pengelolaan website diserahkan kepada masing-masing SKPD sementara Diskominfo sebagai developer yang akan terus mengembangkan sesuai kebutuhan SKPD," katanya.

"Distribusi Website gratis ini merupakan program unggulan diskominfo dengan sebutan 1 desa 1 website," ujar Surip.

Saat ini kata Surip, desa yang telah websitenya telah beroperasi yakni, Desa Tani Harapan Kecamatan Loa Janan, Desa Jantur Selatan dan desa Muara Muntai Ulu dari Kecamatan Muara Muntai.

"Semua website tersebut telah dipasang streaming dengan radio RKP. Pada awal 2016 akan dilatih kembali desa tersebut bagaimana cara mengelola conten yang ada," ujarnya.

"Langkah ini diambil sebagai upaya membantu keterisoliran komunikasi akibat kondisi geografis Kabupaten Kutai Kartanegara yang cukup luas dan sulit dijangkau melalui transportasi sehinggamelalui teknologi informasi tersebut diharapkan dapat mempersatukan komunikasi dengan semua masyarakat di desa sampai pelosok pedalaman," kata Surip.    (*)

Pewarta: Hayru Abdi

Editor : Amirullah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015