Samarinda (ANTARA Kaltim) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur membangun jembatan di salah satu sentra pertanian di daerah itu, sebagai pengganti jembatan yang ambruk pada 2014.

"Jembatan permanen ini menggantikan jembatan lama yang telah ambruk pada 2014. Sejak jembatan ambruk, warga hanya bisa melalui jembatan darurat yang menghubungkan wilayah Lempake dengan wilayah Muang," ungkap Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda, Hero Mardanus, di Samarind, Kamis.

Dengan selesainya jembatan yang diberi nama Jembatan Ramli Joyomulyo tersebut kata Hero Mardanus, akan memudahkan warga Kelurahan Lampake sebagai salah satu sentra pengembangan pertanian di Kota Samarinda, dalam mendistribusikan hasil pertanian.

"Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, tentu akan memberikan akses yang lebih baik kepada masyarakat terutama dalam pengangkutan hasil pertanian yang selama ini terhambat karena infrastruktur yang belum memadai," katanya.

"Jembatan Ramli Joyomulyo ini lebih kokoh dari jembatan sebelumnya yang dibangun pada 1981 dengan konstruksi kayu sepanjang 18 meter dan lebar lima meter dan telah ambruk pada 2014. Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang kooperatif dan selama ini secara sukarela lahannya dipakai untuk pembuatan jembatan darurat," ujar Hero Mardanus.

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat Lampake, Abdul Aziz mengakui, pemberian nama Jembatan Ramli Joyomulyo itu diambil dari nama tokoh masyarakat setempat yang pernah berhasil membawa Desa Lempake sebagai Desa Teladan pada 1995.

"Awalnya, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang menyarankan agar jembatan sebagai akses warga dalam mengangkut hasil pertanian ini diberi nama salah satu tokoh masyarakat dan ternyata masyarakat menyetujuinya sehingga diberi nama Ramli Joyomulyo untuk menghormati upaya beliau dalam memajukan Desa Lempake," ujarnya.

"Kami bersyukur atas perhatian pemerintah membangun jembatan ini. Semoga memberi manfaat optimal bagi warga dalam beraktivitas," kata Abdul Azis.

Keberadaan jembatan konstruksi beton yang kokoh dan lebar tersebut menurut Abdul Azis, semakin memudahkan warga membawa hasil pertanian. (*)

Pewarta: Amirullah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015