Bontang (ANTARA Kaltim) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Bontang, Kalimantan Timur, menyebutkan tingkat keterisian atau okupansi pengunjung hotel di kota setempat dalam beberapa bulan terakhir menurun drastis, karena sejumlah faktor.

Ketua PHRI Kota Bontang Rustam HS saat dihubungi di Bontang, Minggu, mengatakan kenaikan pengunjung hotek hanya terjadi saat sehari setelah Idul Fitri 2015, karena banyak keluarga dari luar kota yang mengunjungi sanak saudaranya di Bontang.

"Namun, itu hanya sementara, karena pada H+3 lebaran hingga saat ini pengunjung hotel kembali lesu," kata Rustam, yang juga Ketua Komisi III DPRD Bontang.

Masalah regulasi dan kerusakan akses jalan poros Samarinda-Bontang menjadi beberapa faktor penyebab menurunnya okupansi hotel tersebut.

"Para wisatawan datang ke Kota Taman bukan hanya masalah regulasi tentang pariwisata, selain itu sarana dan prasarana juga perlu diperhatikan, khususnya transportasi," katanya.

"Bagaimana wisatawan mau berkunjung ke Bontang kalau harus menempuh jalan darat selama enam jam dari Balikpapan dengan kondisi jalan yang rusak parah," tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi lesunya bisnis perhotelan, para pelaku usaha penginapan/hotel di Bontang memaksimalkan pelayanan, salah satunya dengan menawarkan paket acara dengan harga kompetitif, seperti paket menginap week-end, pernikahan dan ulang tahun.

Direktur Komersil dan Operasional Hotel Bukit Sintuk Bontang Sutikno mengakui penurunan okupansi pengunjung cukup signifikan, dari 70 persen pada 2014, kini selama Januari-Juli 2015 hanya berkisar 40-50 persen.

Untuk mengatasi perputaran uang agar tetap stabil, manajemen Hotel Sintuk terpaksa harus mengurangi jumlah karyawan untuk menekan biaya operasional.

"Tahun 2014 karyawan Hotel Sintuk mencapai 120 orang, namun kami harus memangkasnya dan saat ini tinggal 95 orang," katanya.

Ia menambahkan penurunan pengunjung di hotel bintang tiga tersebut, karena beberapa perusahaan yang beroperasi di Kota Bontang mengalami kelesuan, sehingga produktivitasnya berkurang dan karyawan yang sering didatangkan dari luar kota juga menurun.

Menurut Sutikno, hotel dan penginapan di Kota Bontang memang banyak dihuni dari pengunjung dari luar kota, terutama para karyawan perusahaan.

Ia berharap Pemerintah Kota Bontang segera membuat regulasi tentang pariwisata, sehingga dapat tumbuh dan berdampak positif bagi pengusaha penginapan, hotel dan restoran.

"Saat ini regulasi dan kebijakan terkait pariwisata masih minim, sehingga potensi pariwisata di Bontang kurang diminati," katanya. (Adv/*)

Pewarta: Irwan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015