Samarinda (ANTARA Kaltim) – Pembangunan sektor pertanian dalam arti luas memerlukan dukungan semua pihak, khususnya subsektor perkebunan dalam mewujudkan satu juta hektar sawit tahap kedua yang ditarget dicapai pada tahun 2018.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati saat berbuka puasa bersama jajaran Disbun Kaltim dengan mitra kerja (pengusaha dan pekebun) serta Gabungan  Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim di Samarinda, Selasa (30/6).

“Pembangunan subsektor perkebunan merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan dan  kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan dan pembangunan pertanian dalam arti luas. Kami optimis pengembangan sejuta hektar sawit tahap II terwujud,” kata Etnawati.

Diakuinya, pembangunan subsektor perkebunan melalui lima komoditi unggulan (lada, kelapa sawit, kakao, karet, kelapa dalam) sangat pesat dan pelaku usahanya merupakan kelompok maupun masyarakat pekebun di Kaltim.

Namun, paling pesat pengembangannya adalah komoditi kelapa sawit yang saat ini telah melampaui target pembangunan pada tahap pertama sekitar 1,1 juta hektar dan dilanjut sejuta hektar pada tahap kedua yang ditarget dicapai pada tahun 2018.

“Koordinasi terus kita bangun dengan pelaku usaha, pekebun dan pengusaha dalam mendukung percepatan pencapaian sejuta hektar tahap kedua. Moratorium diharapkan mampu memicu pencapaian target-target pembangunan subsektor perkebunan Kaltim,” harapnya.

Etnawati menambahkan selain kelapa sawit yang terus mengalami peningkatan pengembangan juga lada yang terus meningkat sebab nilai jual yang tinggi. “Kakao juga kembali digalakkan pusat dan Kaltim siap menjadi sentra komoditi itu,” ungkapnya. (HUmas Prov Kaltim/yans)

 

Pewarta:

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015