Keberlanjutan pembiayaan BPJS Kesehatan bagi ribuan warga Kabupaten Kutai Barat telah terjamin oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
"Kami tetap berkomitmen penuh menjamin akses layanan kesehatan masyarakat melalui skema JKN, di mana saat ini terdapat 2.592 peserta dari Kutai Barat yang biayanya ditanggung Pemprov Kaltim," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Kamis.
Saat menerima kunjungan kerja sekaligus audiensi dari jajaran DPRD Tim III Kabupaten Kutai Barat, Jaya menegaskan pemerintah provinsi terus membiayai kepesertaan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah serta Bukan Pekerja dalam jumlah masif hingga tahun 2026.
Ia juga memaparkan implementasi program Gratispol Kesehatan yang telah berjalan sukses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sejak pertengahan tahun 2025.
Melalui terobosan program tersebut, masyarakat yang belum memiliki asuransi atau menunggak iuran BPJS Kesehatan dapat kembali berobat secara gratis setelah aktivasi kepesertaan.
Baca juga: Kubar gandeng PT BEK Naikkan derajat kesehatan masyarakat lewat JKN
Ia menegaskan bahwa alokasi pembiayaan kesehatan oleh pemerintah provinsi akan selalu disesuaikan dengan dinamika kebijakan dan regulasi terbaru.
Langkah penyesuaian kebijakan itu mutlak diperlukan guna memastikan program jaminan kesehatan berjalan berkesinambungan dan benar-benar tepat sasaran.
"Oleh karena itu, kami terus menjalin sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten demi mengoptimalkan jaring perlindungan kesehatan secara komprehensif," ujar Jaya.
Secara keseluruhan, Pemprov Kaltim juga memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan. Jika terdapat warga yang membutuhkan pelayanan namun status kepesertaannya belum aktif, maka akan segera diaktifkan kembali.
“Kalau ada yang sakit, silakan datang. Kami pastikan tetap dilayani. Pemprov tetap menjamin pelayanan kesehatan gratis yang bermutu,” kata Jaya.
Baca juga: Berau tambah rumah sakit demi tingkatkan layanan kesehatanEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026