Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur bersama pihak terkait menggenjot gerakan pemanfaatan sampah menjadi barang berharga lewat pameran daur ulang, sehingga beragam barang menawan dan memiliki nilai jual yang dipamerkan bisa menjadi inspirasi publik.
Sejumlah barang hasil daur ulang yang dipamerkan antara lain miniatur rumah, miniatur gedung, kue tiruan, aneka buah tiruan, tas wanita, tempat tisu, dan berbagai barang menarik lain hasil olahan dari sampah.
"Pameran ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan, guna menunjukkan kepada publik bahwa sampah bisa dimanfaatkan menjadi barang berharga," kata Plt Asisten Setkab Kukar Haryo Martani saat membuka pameran itu di Tenggarong, Selasa.
Pameran yang sekaligus menjadi ruang untuk praktik langsung pengolahan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai ini juga menjadi wadah edukasi bagi masyarakat bahwa sampah bukanlah sekadar limbah, melainkan aset yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi jika kreatif.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk mengubah pola pikir dari budaya buang menjadi budaya olah dan manfaatkan, sehingga dari kreativitas dan keseriusan mengolah akan tercipta barang indah.
Baca juga: Lebih dari tiga orang tewas tertimbun longsoran sampah
Melalui inovasi pemanfaatan limbah, Pemkab Kukar terus mendorong tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif, yakni dengan memberi ruang bagi para perajin untuk menunjukkan bahwa produk daur ulang mampu bersaing di pasar modern.
"Sampah tidak selalu limbah yang harus dibuang karena banyak sampah yang bisa dimanfaatkan. Jika dikelola dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, maka sampah dapat berubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi," katanya.
Pemanfaatan sampah menjadi barang berharga ini, lanjutnya, merupakan implementasi dari ekonomi sirkular, yakni menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pameran kerajinan daur ulang sampah menjadi barang tepat guna ini digelar di Tangga Arung Square Tenggarong, diprakarsai oleh Event Organizer Sinar Intan, dihadiri berbagai pihak dan masyarakat. Tampak pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Heriansyah.
"Melalui pameran dan praktik langsung pembuatan kerajinan daur ulang ini, saya harap para peserta dan pengunjung dapat terinspirasi bahwa dari barang bekas bisa menciptakan peluang usaha baru," kata Haryo.
Baca juga: Berau kelola sampah berbasis komunal di Derawan
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026