Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkungan sekolah.
"Untuk itu, Dinkes Kaltim telah menerbitkan surat edaran CKG untuk diteruskan ke kabupaten/kota," kata Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Sabtu.
Upaya lainnya adalah melakukan sinkronisasi data antara dasbor provinsi dan kabupaten/kota, melakukan pendampingan teknis kepada puskesmas agar seluruh hasil layanan dimasukkan ke aplikasi ASIK.
Selain itu, juga melakukan koordinasi lintas program agar semua paket layanan, termasuk skrining kesehatan jiwa dikerjakan secara terpadu. dan menerapkan layanan jemput bola atau mobile service untuk daerah dengan keterbatasan akses.
Langkah ini, kata di, didukung lintas sektor bersama dinas pendidikan dan pemerintah daerah setempat untuk memfasilitasi kunjungan petugas ke sekolah-sekolah terpencil. Secara umum, kesiapan sumber daya manusia (SDM) di puskesmas sudah dinilai cukup.
"Sarana dan bahan medis habis pakai (BMHP) juga sebagian besar telah didukung oleh pemerintah pusat," ujar Jaya.
Ia menjelaskan bahwa sekolah menyambut baik kegiatan ini karena membantu mendeteksi dini kondisi kesehatan peserta didik.
"Program ini juga dinilai mendukung upaya peningkatan kesehatan di lingkungan pendidikan. Saat ini Program CKG telah berjalan di seluruh kabupaten/kota melalui puskesmas," katanya.
Menurut dia, kegiatannya pun sudah rutin dilakukan oleh tenaga kesehatan, terutama untuk sasaran siswa sekolah dasar dan menengah.
"Dukungan program semakin diperkuat dengan telah terbitnya Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri," ujar Jaya.
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025