Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan mempersiapkan pelaksanaan Sekolah Lansia SMART sebagai bagian dari Program Lansia Berdaya (Sidaya). SMART merupakan akronim dari Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat. Lima pilar pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia secara menyeluruh.

Kepala Bidang Ketahanan Keluarga DP3AKB Balikpapan, dr Luluk Kumala Kafbiyah mengatakan lanjut usia didefinisikan sebagai penduduk berusia 60 tahun ke atas, sesuai Undang-Undang No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

"Di Balikpapan, jumlah lansia tercatat sekitar 59.000 jiwa pada 2020 dan diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 200.000 jiwa pada 2045. Tren ini menunjukkan bahwa lansia akan menjadi kelompok demografis strategis dalam pembangunan keluarga dan masyarakat, sehingga program seperti Sekolah Lansia SMART menjadi relevan dan mendesak untuk dikembangkan lintas sektor," katanya di Samarinda, Kamis.

Ia mengemukakan bahwa sekolah Lansia SMART bertujuan menjaga lansia tetap sehat, mandiri, dan produktif. “Kami ingin menunjukkan bahwa masa lansia tetap bisa berdaya dan bermanfaat. Lansia punya ruang untuk belajar, bersosialisasi, dan meningkatkan kemampuan diri. 

Luluk Kumala mengemukakan, meski belum resmi berjalan karena menunggu mekanisme perubahan anggaran, DP3AKB Balikpapan telah memulai persiapan teknis dan administrasi, termasuk pembentukan pengurus dan penetapan sekretariat kegiatan. Sebagai tahap awal, kegiatan Sekolah Lansia SMART tingkat kota digelar Selasa (4/11) di Aula Disdukcapil–DP3AKB, melibatkan kader Bina Keluarga Lansia (BKL), penyuluh KB, dan perwakilan lansia dari Kelurahan Sepinggan Raya.

Lanjutnya, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, seperti dokter spesialis jantung, dokter penyakit dalam, psikolog, instruktur senam, dan penyuluh KB. Materi yang diberikan mencakup kesehatan fisik dan mental, penguatan spiritual, keterampilan, serta pelatihan ekonomi.

"DP3AKB menargetkan perluasan program ke seluruh kecamatan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk fasilitas kesehatan, kelurahan, dan kelompok masyarakat. Program ini diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa lansia bukan fase pasif, melainkan bagian aktif dari pembangunan keluarga dan masyarakat." kata Luluk Kumala ​​​​​​. (Adv)
 

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025