Pemerintah Kota Samarinda segera menerapkan sistem kartu parkir berlangganan yang dirancang untuk menciptakan tata kelola perparkiran yang lebih modern, transparan, dan efisien.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun di Samarinda, Jumat, menjelaskan penggunaan kartu parkir berlangganan sebagai langkah awal sebelum sistem digital sepenuhnya diterapkan.
"Penggunaan kartu fisik ini penting sebagai tahap awal. Ini akan mempermudah masyarakat memahami sistem baru, sambil kita bangun budaya digital secara bertahap," kata Wali Kota usai menerima audiensi Bank Mandiri di Ruang Teras Anjungan Karangmumus, Balai Kota Samarinda.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari presentasi awal yang telah disampaikan pihak Bank Mandiri pada 16 April lalu.
Rombongan Bank Mandiri dipimpin oleh Suprijanto (Vice President Area Samarinda), didampingi R. Dani Budiman (Vice President Regional), Yoshie Laorensia Aruan (Asst. Vice President), serta tim.
Dari Pemkot hadir sejumlah pejabat penting seperti Kepala Dinas Perhubungan HMT Manalu, Kepala BPKAD Ibrohim, Kepala Bapperida Ananta Fathurazzi, Kepala Satpol PP Anis Siswantini, Kabag Hukum Asran Yunisran, Kabag Kerja Sama Idfi Septiani, jajaran Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), dan OPD terkait lainnya.
Walikota Andi Harun menambahkan bahwa Pemkot tak hanya fokus pada pembangunan sistem, tetapi juga pembentukan ekosistem yang mendukung perjalanan sistem tersebut secara berkelanjutan.
"Kami tidak ingin hanya membangun sistem, tapi juga ekosistemnya. Jadi penting untuk menyusun panduan yang jelas agar program ini benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Andi Harun.
Dalam pertemuan tersebut, Bank Mandiri memaparkan skema teknis sistem Kartu Parkir Berlangganan, termasuk alur pendaftaran hingga metode pembayaran yang seluruhnya didesain berbasis digital.
Warga Samarinda cukup mendaftar di loket yang telah ditentukan dengan mengisi data seperti nama, nomor KK, nomor HP, dan plat nomor kendaraan.
Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai kanal seperti virtual account, QRIS, maupun mesin EDC. Setelah itu, warga akan menerima kartu fisik berlangganan yang mencantumkan identitas pengguna, nomor kendaraan, masa berlaku, dan barcode sebagai penanda keanggotaan.
Selain aspek teknis, pertemuan juga membahas strategi sosialisasi, penyusunan petunjuk pelaksanaan, dan poin-poin kerja sama antara Pemkot dan pihak perbankan.
Wali Kota menyampaikan dalam waktu dekat akan digelar forum lanjutan untuk finalisasi program.
"Pertemuan selanjutnya akan kita agendakan sebagai forum finalisasi penerbitan kartu berlangganan parkir, sekaligus mempersiapkan tahapan implementasi dan agenda sosialisasi kepada masyarakat," kata Andi Harun.
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2025