Pengelola Museum Nasional Indonesia menyatakan akan segera mengerahkan tim investigasi internal terkait kebakaran yang terjadi di kompleks museum tersebut pada Sabtu malam.

"Begitu api padam, kami akan langsung mengerahkan tim investigasi internal untuk melakukan penyebab pasti kebakaran serta melakukan pendataan terhadap koleksi baik yang terdampak maupun yang sudah diamankan," demikian pernyataan resmi Museum Nasional yang diterima di Jakarta, Sabtu malam.

Museum Nasional menyatakan kebakaran terjadi pukul 20.08 WIB di belakang Gedung A.

Museum Nasional menegaskan bahwa prioritas mereka saat ini adalah melindungi artefak berharga dan benda-benda sejarah yang ada di dalam museum.

"Kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa investigasi berjalan dengan transparan," tulis pernyataan yang sama.

Baca juga: Penyelamatan artefak Museum Nasional jadi prioritas utama

Sebelumnya Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat menyatakan pengerahan 52 petugas untuk upaya pemadaman kebakaran di kompleks Museum Nasional.

Kepala Sudin Gulkarmat Asril Rizal menyampaikan kebakaran diduga berasal dari korsleting arus listrik yang terjadi di bedeng proyek renovasi museum tersebut.

"Korsleting listrik di belakang pameran museum diduga berasal dari area bedeng tukang yang sedang melaksanakan perbaikan gedung Blok C," kata Asril saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan laporan kebakaran Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, kronologi kebakaran berawal ketika petugas keamanan sedang melaksanakan apel.

Tidak lama kemudian sekitar pukul 19.58 WIB, terjadi ledakan yang cukup besar dari arah bedeng proyek yang sedang mengerjakan renovasi di Museum Nasional. Alarm gedung pun berbunyi dan saat dilihat, api sudah membesar.

Api sudah dinyatakan padam pada pukul 22.00 WIB dan petugas melanjutkan proses pendinginan.

Baca juga: Pemprov Kaltim dapat DAK untuk museum dan Taman Budaya Rp6 miliar

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari

Editor : Imam Santoso


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023