Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur (DPMD Kaltim) menargetkan Desa Mapulu di Kecamatan Kelay, satu-satunya desa di Kabupaten Berau yang masih menyandang desa tertinggal, tahun 2024 menjadi desa berkembang.

"Ada sejumlah indikator yang harus dilakukan intervensi untuk mendongkrak desa tertinggal menjadi desa berkembang, baik intervensi dari sisi sosial, ekonomi maupun lingkungan," ujar Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Provinsi Kaltim Aswanda saat mengunjungi Desa Mapulu di Kecamatan Kelay, Rabu.

Untuk mendongkrak desa/kampung tersebut menjadi berkembang, maka banyak pihak yang dilibatkan dalam kunjungan kerja kali ini, seperti pihak terkait di Kabupaten Berau, kemudian dari Provinsi Kaltim antara lain Dinas Pendidikan, Perpustakaan, PU Pera, Perindustrian, Disnakertrans, Biro Kesra, dan dari Biro Ekonomi.

Masing-masing pihak tersebut, lanjutnya, akan melakukan intervensi sesuai dengan tugas dan kewenangan mereka, sehingga setelah dilakukan penanganan, maka akan dapat mendongkrak nilai Indeks Desa Membangun (IDM).

Sedangkan sejumlah indeks ketahanan yang nilainya rendah di Kampung Mapulu antara lain karena belum ada dokter, belum ada bidan, tenaga kesehatan lainnya pun tidak ada, jarak tempuh menuju SMP 12.000 meter, jarak tempuh menuju SMA 12.000 meter.

Desa ini juga belum memiliki perpustakaan desa. Namun dalam kunjungan ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kaltim menyerahkan 154 buku atau sebanyak 77 judul buku pengetahuan umum, sehingga dari kampung setempat akan membuat perpustakaan desa, sehingga nilainya akan naik.

Kampung ini juga belum memiliki ruang publik, belum terdapat listrik desa, namun desa ini sudah terdapat sinyal internet yang baru saja tersambung, sementara saat pendataan beberapa bulan lalu, kampung ini belum terlayani internet sehingga dari sisi ini pun nilainya akan naik.

Kampung yang baru 2020 lalu pindah dari wilayah Kampung Merabu ke dekat Kampung Panaan tersebut masih dalam proses pembangunan perkampungan, sehingga belum semua infrastruktur terpenuhi, termasuk belum ada pendidikan anak usia dini (PAUD), dan belum ada pasar maupun toko kelontong.

"Namun dengan adanya kunjungan yang melibatkan banyak pihak hari ini, bahkan adanya komitmen pihak terkait untuk membantu pembangunan di tahun depan. Kami optimis pada 2024 Kampung Mapulu bisa terdongkrak menjadi desa berkembang," kata Aswanda.
 

Pewarta: M.Ghofar

Editor : Rahmad


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023