Presiden Joko Widodo mengatakan keberadaan tenaga kerja asing sebagai pengawas dalam proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.demi menjamin kualitas hasil pembangunan.

"Kalau jelek gimana kualitasnya? Kalau hanya 1-2 yang mengarahkan, yang bisa mengontrol, mengawasi supaya hasilnya bisa kualitas baik kenapa tidak?" kata Presiden kepada insan pers selepas meninjau Pasar Menteng Pulo, di Jakarta Selatan, Kamis.

Menurut Presiden, keberadaan pengawas asing sudah diusulkan dalam sejumlah rapat, tapi dengan catatan jumlah pengawas tenaga asing terbatas.

Presiden juga menampik anggapan penggunaan tenaga asing sebagai pengawas sebagai upaya menarik investasi asing dalam proyek IKN Nusantara.

Baca juga: Indonesia jajaki kerja sama penerbangan Sarawak ke IKN

"Ndak, ndak, ya karena kita ingin menaikkan level kualitas kita. Jangan sampai nanti hasilnya kayak SD Inpres. Mau?" katanya.

Dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Jumat (9/6), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku penggunaan orang asing sebagai pengawas kualitas proyek di IKN Nusantara.

"Kualitas pekerjaan itu menjadi kunci. Oleh karena itu, saya sudah lapor Pak Presiden. Pengawas itu kita dengan terpaksa. Dengan segala hormat, kami pakai 'bule-bule' untuk menjaga kualitas. Jangan nanti Istana Presiden itu jadi, tapi kualitasnya tidak bagus," ujar Luhut.

Baca juga: Dispar Kaltim: Pengembangan parekraf sambut IKN dilakukan perlahan

Pewarta: Gilang Galiartha

Editor : Imam Santoso


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023