Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Titik-titik api yang terjadi di kawasan hutan lindung Sungai Wain sudah timbul sejak dua pekan lalu.

"Kami sudah lihat itu, namun karena memang terjadi di padang alang-alang dan semak belukar jadinya hanya pantau saja sambil terus bersiaga," kata Kepala Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain (BP HLSW) Purwanto, Sabtu.

BP HLSW menurunkan 30 personel untuk memadamkan titik api tersebut dan mencegahnya meluas.

Para personel tersebut berasal dari sejumlah pihak, mulai dari staf BPHLSW sendiri, polisi, hingga prajurit-prajurit TNI.

Padang alang-alang, lahan terbuka, dan semak belukar yang terbakar itu diperkirakan mencapai luas lima hektare.

Semak belukar adalah awal dari vegetasi untuk kembali menjadi hutan. Padang alang-alang terbentuk dari lahan kritis, sebagai upaya pertama alam menutupi tanah sebelum kemudian muncul semak belukar.

Sebelumnya dideteksi ada 11 titik api yang terjadi di hutan tempat hidup beruang madu, satwa maskot Kota Balikpapan itu.

Menurut Purwanto, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran. Ia menduga penyebabnya adalah kelalaian manusia.

"Bisa saja karena kelalaian orang. Ada yang buang puntung rokok yang masih menyala begitu saja," kata Purwanto.

Karena itu Kepala BPHLSW mengimbau kepada masyarakat yang berada di sekitar hutan untuk ikut memantau dan menjaga kawasan hutan dari ancaman bahaya kebakaran.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat dilarangap membakar lahan untuk tujuan apa pun, terutama bagi yang tinggal di sekitar hutan.

Masyarakat yang melihat dan menemukan titik api juga diminta bantuannya untuk segera menghubungi petugas dan kantor pengelola di Km 23 Jalan Soekarno-Hatta.

Untuk mengatasi hal itu, pencegahan dan pengendalian sejak dini adalah kunci menangani bahaya kebakaran.

"Apabila hutan sudah terbakar maka akan sangat sulit untuk dikendalikan. Oleh karena itu kita mengharapkan partisipasi masyarakat, kalau menemukan titik api di lapangan segera laporkan ke petugas kami," katanya. (*)

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013