Proyek jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan dari titik Nipah-Nipah, Penajam Paser Utara menuju Melawai, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur yang dipastikan menjadi penunjang kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diharapkan bisa segera terealisasi.
 
Jembatan penghubung menurut Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang di Penajam, Selasa, sangat dibutuhkan masyarakat terutama di bagian selatan daerah itu.
 
Sisi bagian tengah Kabupaten Penajam Paser Utara jelas dia, sudah ada Jembatan Pulau Balang sebagai akses penghubung menuju Kota Balikpapan.
 
Sedangkan sisi selatan di daerah berjuluk "Benuo Taka" itu belum ada jembatan akses penghubung menuju Kota Balikpapan, kecuali menggunakan kapal kayu (klotok), kapal cepat (Speedboat) dan kapal feri.
 
Seluruh persyaratan administrasi pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan sepanjang 7,9 kilometer tersebut ungkapnya, telah lengkap.
 
Perubahan desain juga telah rampung termasuk ketinggian ruang bebas jembatan dari 50 meter menjadi 65 meter. 
 
“Sebenarnya jembatan tol diproses lelang di BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) pada 2019, tapi dihentikan karena ada perubahan desain," ujarnya
 
Ketinggian ruang bebas jembatan 65 meter sudah ditetapkan sehingga PT Waskita Tol Road dan konsorsium PT Tol Teluk Balikpapan bisa mengajukan ulang proses lelang kepada BPJT.
 
Pemerintah pusat menurut dia, seharusnya  ikut mendorong percepatan pembangunan jembatan yang melintasi Teluk Balikpapan tersebut. 
 
Keberadaan Jembatan Pulau Balang masih cukup jauh dan membutuhkan waktu tempuh dari Kabupaten Penajam Paser Utara menuju Kota Balikpapan sekitar 1,5 jam.
 
"Jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan terbangun hanya butuh waktu 15 menit, apalagi dengan adanya IKN Nusantara jembatan itu sangat dibutuhkan," kata Nicko Herlambang.

Pewarta: Bagus Purwa

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2022