Samarinda (ANTARA Kaltim) - Anggota Komisi III DPRD Kaltim Wibowo Handoko menyatakan Pemerintah baiknya menyiapkan kebijakan dan program operasi pasar selama bulan puasa Juli nanti,  program ini  diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat dalam menghadapi konsekuensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kenaikan BBM ini diperkirakan akan memicu lonjakan inflasi. Menurut perkiraan pakar  ekonomi didapati angka sekitar 7,8 persen, tentunya memberatkan dan harus dicarikan solusinya. Operasi  pasar diharapkan bisa menekan kenaikan harga bahan pokok  saat ramadhan hingga menyongsong hari raya idul fitri nanti," ucap politisi Dapil IV yakni Berau, Kutim, dan Bontang ini saat membacakan Pemandangan umum (PU) Fraksi Partai Demokrat, Rapat Paripurna Ke-16, Kamis (20/6) lalu.

Alumnus Institut Teknologi Surabaya ini menambahkan kebijakan menaikan harga BBM merupakan sebuah pilihan sulit bagi pemerintah dan masyarakat semua, akan tetapi mengingat besarnya beban subsidi yang berpengaruh terhadap APBN, maka harapannya program kompensasi kenaikan harga BBM yang telah disiapkan sebelumnya akan terealisasi secara tepat bagi masyarakat yang berhak.

"Untuk itu Fraksi Partai Demokrat DPRD Kaltim mengajak semua pihak untuk mengawasi pelaksanaan program-program kompensasi ini, jika ada yang melanggar jangan sungkan untuk melaporkannya ke pihak berwajib," tutur pria kelahiran  Semarang, 05 Mei 1974 ini.

Di kesempatan yang sama Wibowo Handoko juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat luas untuk melihat dengan jernih dan obyektif terkait kenaikan BBM, bahwasanya ada dinamika terhadap kebijakan tersebut.

Menjaga Kaltim yang kondusif juga menjadi poin penting saat menyampaikan PU F-Partai Demokrat termasuk yang berhubungan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Kaltim.

"Saya harapkan kepada seluruh komponen masyarakat agar proses yang terjadi saat Pilkada dijalankan dengan cara-cara yang konstitusional, cerdas, dan bermartabat," ujarnya. (Humas DPRD Kaltim/dit/dhi)

Pewarta:

Editor : Arief Mujayatno


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2013